KOTAK PENCARIAN:

ANDA INGIN MENYIMPAN BLOG INI SILAHKAN KLIK +1
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Ibu Hamil (untuk UMUM). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Ibu Hamil (untuk UMUM). Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Desember 2010

TIPS POSISI TIDUR YANG BAIK UNTUK IBU HAMIL

Kehamilan merupakan anugerah tak terhingga, keberadaan bayi yang merupakan penerus dari kelangsungan hidup manusia harus selalu dijaga hingga ia lahir kelak. salah satu hal yang penting diperhatikan adalah bahwa perubahan fisik ibu berpengaruh pada pola istirahatnya.

Pada kehamilan trimester awal ibu hamil dapat tidur dan beristirahat dengan berbagai posisi apapun yang penting dapat memberikan rasa nyaman untuk ibu.

Ibu hamil sebaiknya tidak perlu kuatir bayi dalam kandungan anda merasa tak nyaman atau berbahaya, karena tubuh ibu di ciptakan begitu unik sehingga dapat memberikan perlindungan, juga janin dalam kandungan anda tidak pernah merasa tak nyaman karena janin dalam kandungan mengapung dalam cairan ketuban dan mempunyai ruang sendiri untuk bergerak bebas.

TIDUR DENGAN POSISI TENGKURAP aman saja buat ibu hamil tapi biasanya pasa kehamilan trimester pertama, adanya pembesaran payudara dan juga payudara lebih sensitive akan menimbulkan ketidaknyamanan untuk tidur tengkurap, dan pada saat dimana perut anda sudah mulai membesar (awal 14 minggu) tidur dengan posisi tengkurap menjadi sangat tidak nyaman karena anda harus menyokong paha dengan bantal untuk dapat tidur tengkurap karena perut yang mulai membesar. Dari suatu survey ibu hamil yang tidur dengan posisi tengkurap sebelum 16 minggu 1% tapi setelah lebih 16 minggu menjadi 0 %.

TIDUR DENGAN POSISI TELENTANG, dianjurkan setelah kehamilan 16 minggu ibu hamil untuk tidak tidur telentang, karena dengan tidur posisi telentang anda meletakan seluruh berat rahim ke bagian belakang, usus, dan vena cava inferior. Tidur posisi telentang juga dapat meningkatkan resiko sakit pinggang, wasir, dan gangguan pencernaan, dan menganggu pernafasan dan sirkulasi. Posisi tidur telentang pada trimester ke dua dan tiga juga dapat mempengaruhi tekanan darah. Untuk beberapa wanita, menyebabkan penurunan tekanan darah yang membuat mereka merasa pusing, untuk yang lain, malah meningkatkan tekanan darah. Pada kasus kehamilan dengan tekanan darah tinggi tidur dengan posisi telentang sangat TIDAK dianjurkan.

Sebenarnya posisi tidur yang bagaimanakah yang terbaik?

Belum ada penelitian lebih lanjut tentang posisi tidur yang aman untuk wanita hamil, tapi sangat dianjurkan setelah kehamilan 16 minggu, sebaiknya ibu hamil tidur dengan POSISI MIRING KE SISI KIRI, karena posisi ini memberi keuntungan untuk bayi anda untuk mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang maksimal ke plasenta karena adanya vena besar (vena cava inferior) di bagian belakang sebelah kanan spina yang mengembalikan darah dari tubuh bagian bawah ke jantung. Juga dapat membantu ginjal untuk membuang sisa produk dan cairan dari tubuh ibu sehingga mengurangi pembengkakan pada kaki, pegelangan kaki dan tangan.

Tidur POSISI MIRING KE KANAN, juga baik, anda dapat menganti posisi miring kekanan-kiri untuk membuat anda tidur lebih nyaman.

Jika anda terbangun malam dan menemukan anda tidur telentang, jangan kuatir,—anda tidak melakukan seseuatu yang mencelakai bayi anda. Kembalikan saja ke posisi miring. Lagipula pada kehamilan lanjut, dimana perut sudah membesar, disertai kondisi lain seperti kram, sering kencing, kontraksi palsu, bayi anda yang menendang perut, rasa asam lambung yang meningkat yang akan menyebabkan ibu akan terbangun beberapa kali di malam hari sehingga ibu sudah pasti akan berubah posisi tidur beberapa kali karenanya dan otomatis tidak seterusnya tidur dengan posisi telentang.

Tips: Untuk tidur dengan posisi miring yang lebih nyaman taruhlah bantal diantara dengkul anda dan satu dipunggung anda. Atau anda dapat membeli bantal khusus ibu hamil.

sumber: infoibu.com

lihat artikel selengkapnya - TIPS POSISI TIDUR YANG BAIK UNTUK IBU HAMIL

Posisi Hubungan Seks Yang Terbaik Selama kehamilan


Posisi Hubungan Seks Yang Terbaik Selama kehamilan

Oleh suririnah

Bila anda hamil bukan berarti anda tidak dapat melakukan hubungan seks lagi. Tetapi saat kehamilan semakin membesar anda perlu memilih beberapa posisi hubungan seks yang aman selama kehamilan….

Bila anda hamil bukan berarti anda tidak dapat melakukan hubungan seks lagi. Anda tetap dapat melakukan hubungan suami isteri selama anda hamil sembilan bulan kecuali tentu saja jika ada alasan secara medis dan atas saran dari dokter anda untuk tidak melakukan hubungan seks.


Tetapi pada saat kehamilan sudh semakin membesar makaa perut andapun akan semakin besar dan saat itu anda perlu melakukan dan mencari posisi seks yang nyaman buat anda saat melakukan hubungan seks ini.


BEBERAPA POSISI HUBUNGAN SEKS TERBAIK SELAMA KEHAMILAN:


• Posisi wanita diatas. Posisi ini yang paling nyaman untuk banyak ibu hamil terutama karena wanita hamil dapat mengontrol kedalaman penetrasi.


• Posisi duduk. Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau lanjut dimana tidak memerlukan banyak gerakan. Pria duduk dan wanita duduk diatasnya saling berhadapan atau membelakangi yang pria bila perut sudah sangat besar. Posisi ini juga memungkinkan wanita untuk mengontrol kedalaman penetrasi.


• Posisi laki-laki diatas tetapi berbaring hanya separuh tubuh.



• Posisi berlutut atau berdiri.


Yang paling penting dari semua posisi seks selama kehamilan ini adalah jangan meletakkan berat badan anda ke perut ibu hamil selama hubungan seksual atau batasilah tekanan diperut ibu hamil.


Yang tetap harus anda ingat, bahwa hubungan seksual dapat menjdi salah satu bagian penting dalam pernyataan perasaan kasih saying, rasa aman dan tenang, kebersamaan, kedekatan perasaan dalam hubungan suami isteri. Tetapi jangan menjadikan hubungan seks memegang peranan paling berkuasa dalam keselarasan hubungan suami isteri. Anda tetap dapat menyatakan perasaan kasih sayang dengan saling bertukar pikiran (komunikasi), berpelukan, ciuman, ataupun pijatan tanpa harus melakukan hubungan seksual. Yang terpenting mencoba untuk saling mengerti keinginan pasangan.


© Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com

http://askep-askeb.cz.cc/
lihat artikel selengkapnya - Posisi Hubungan Seks Yang Terbaik Selama kehamilan

Kegunaan Pemeriksaan USG Pada Kehamilan?


Kegunaan Pemeriksaan USG (UltraSonoGrafi) Pada Kehamilan?

Oleh suririnah

Pemeriksaan USG sudah digunakan sejak lama dalam dunia kedokteran. Apa saja kegunaan pemeriksaan USG dan Kapankah sebaiknya waktu untuk melakukan pemeriksaan USG ini pada kehamilan anda?…


Sudah sejak 1961 USG digunakan dalam dunia kedokteran kandungan. Tidak seperti X-ray yang berbahaya bagi bayi, USG menggunakan gelombang suara yang dipantulkan untuk membentuk gambaran bayi di layar komputer yang aman untuk bayi dan ibu.


APA SAJA YANG DAPAT DI PERIKSA DENGAN USG?


. Konfirmasi kehamilan. Embrio dalam kantung kehamilan dapat dilihat pada awal kehamilan 51/2 minggu dan detak jantung janin biasanya terobsevasi jelas dalam usia 7 minggu.


• Mengetahui usia kehamilan. Untuk mengetahui usia kehamilan dapat dengan mengunakan ukuran tubuh fetus—sehingga dapat memperkirakan kapan tanggal persalinan


• Menilai pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan.


• Ancaman keguguran. Jika terjadi pendarahan vagina awal, USG dapat menilai kesehatan dari fetus. Jika detak jantung janin jelas maka prospek yang baik untuk melanjutkan kehamilan.


• Masalah dengan plasenta. USG dapat menilai kondisi plaasenta dan menilai adanya masalah2 seperti plasenta previa dsb.



• Kehamilan ganda/ kembar. USG dapat memastikan apakah ada 1 / lebih fetus di rahim.


• Mengukur cairan ketuban. Masalah terjadi ketika kandungan berlebihana caira ketuban atau terlalu sedikit. Volume ( jumlah cairan) dapat dinilai/cek dengan USG.



• Kelainan letak janin. Bukan saja kelainan letak janin dalam rahim tapi juga banyak kelainan janin yang dapat di ketahui dengan USG, seperti: hidrosefalus, anesefali, sumbing, kelainan jantung, kelainan kromoson (syndrome down), dll.


• Dapat juga untuk menilai jenis kelamin bayi jika anda ingin mengetahuinya.


KAPANKAH WAKTU BIASANYA USG DILAKUKAN?


Umumnya USG pertama dilakukan pada kehamilan minggu ke 7 untuk memastikan kehamilan, menilai detak jantung janin, mengukur panjang janin untuk menilai usia kehamilan.


USG kedua biasanya dilakukan pada kehamilan 18-22 minggu untuk menilai kelainan congenital, kelainan bentuk, posisi plasenta, detak jantung janin, juga untuk menilai perkembangan janin. Pada pemeriksaan di minggu ini anda mungkin dapat juga mengetahui jenis kelamin bayi anda.


USG yang ketiga biasanya dilakukan pada kehamilan minggu ke 34 unutk mengevaluasi ukuran fetus dan menilai pertumbuhan fetus, pergerakan dan pernafasaan, detak jantung bayi juga jumlah air ketuban di sekeliling bayi serta posisi bayi dan plasenta..


Pada dasarnya USG dapat dilakukan kapan saja selama masa kehamilan karena USG tidak berbahaya untuk bayi dan ibu. USG terutama dilakukan bila terjadi masalah kehamilan misalnya adanya detak jantung janin yang tidak teratur.


© Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com

http://askep-askeb.cz.cc/

lihat artikel selengkapnya - Kegunaan Pemeriksaan USG Pada Kehamilan?

Perkembangan & Perubahan Pada Tubuh Ibu Hamil Selama 0-12 Minggu(Trimester I)



Perkembangan & Perubahan Pada Tubuh Ibu Hamil Selama 0-12 Minggu(Trimester I)

Oleh suririnah

Pada bulan-bulan pertama kehamilan anda, mungkin tidak akan banyak orang yang mengerti bila anda sedang hamil,—tapi sesungguhnya tubuh anda secara aktif bekerja untuk menyesuaikan bagi proses kehamilan ini.


Pada bulan-bulan pertama kehamilan anda, mungkin tidak akan banyak orang yang mengerti bila anda sedang hamil, karena belum terlihat perubahan yang nyata pada tubuh anda. Tapi sesungguhnya tubuh anda secara aktif bekerja untuk menyesuaikan secara fisik dan emosional bagi proses kehamilan ini.


Beberapa perubahan pada tubuh ibu hamil di trimester pertama ( 0 – 12 minggu) kehamilan :


PEMBESARAN PAYUDARA

Payudara akan membesar dan kencang, ini karena pada awal pembuahan terjadi peningkatan hormone kehamilan yang menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan memberi nutrisi pada jaringan payudara. Anda mungkin akan merasa BH atau bra anda terasa sesak dan tak nyaman lagi, sebaiknya anda mempersiapkan bra baru yang sesuai dengan ukuran baru ini untuk memberi kenyamanan dan dapat menyokong payudara anda. Tapi jangan buang yang lama, anda dapat menyimpannya karena payudara akan kembali ke ukuran sebelum anda hamil setelah anda berhenti menyusui nanti.


Dalam 3 bulan pertama ini, anda akan melihat juga daerah sekitar putting dan putting susu anda akan bewarna lebih gelap, dan karena terjadi peningkatan persediaan darah keseluruh tubuh maka daerah sekitar payudara akan tampak bayangan pembuluh-pembuluh vena dibawah kulit payudara anda. Baca selengkapanya:Perawatan Payudara Saat Hamil.


SERING BUANG AIR KECIL

Anda akan merasa lebih sering ingin buang air kecil, ini karena adanya pertumbuhan rahim yang menekan kandung kencing anda dan perubahan hormonal

Ingat jangan mengurangi pemasukan cairan / minum anda untuk mengatasi problem ini karena anda butuh cairan lebih pada saat hamil ini.

Dan tetap jaga kebersihan anda.



KONSTIPASI

Anda mungkin akan merasa kesulitan untuk buang air besar, hal ini karena peningkatan hormone progesterone yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus kurang efisien, juga Tablet Zat Besi (iron) yang diberikan oleh dokter biasanya memyebabkan masalah konstipasi ini selain itu zat besi tablet akan menyebabkan warna feses anda kehitaman, jangan kuatir.

Atasilah dengan banyak minum air, makanan yang berserat tinggi (sayuran dan buahan) serta olahraga.

Baca selengkapnya: Mengatasi Konstipasi Saat Kehamilan.


MORNING SICKNESS—MUAL MUNTAH

Laporan menunjukkan bahwa separuh dari wanita hamil mengalami mual dan mulai pada bulan ke dua. Mual terhadap makanan tertentu, bahkan hanya karena mencium bau makanan tertentu saja. Hal ini karena adanya peningkatan hormonal.

Atasilah dengan makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi besar hanya membuat anda mual.

Anda tak perlu kuatir kalau bayi anda tak cukup nutrisi. Di awal kehamilan ini kebanyakan wanita hamil hanya sedikit saja meningkat berat badannya dan ini tidak mempengaruhi perkembangan bayi anda.

Dan jangan kuatir biasanya keluhan mual-muntah akan menghilang pada akhir trimester pertama.


Hubungi dokter anda bila mual-muntah menjadi sangat hebat, sehingga anda tidak dapat makan atau minum apapun juga dan dapat menimbulkan kekurangan cairan/dehidrasi. (Hiperemesis gravidarum).


MERASA LELAH

Anda akan merasa lelah, hal ini karena tubuh anda bekerja secara aktif untuk menyesuaikan secara fisik dan emosional untuk kehamilan ini. Juga peningkatan hormonal dapat mempengaruhi pola tidur anda. Carilah waktu untuk beristirahat sedapat mungkin.


SAKIT KEPALA

Anda mungkin akan merasa sakit kepala yang lebih sering daripada biasa, hal ini mungkin karena rasa mual, kelelahan, lapar, tekanan darah rendah, dan dapat juga karena perasaan tegang atau bahkan depresi.

Atasilah dengan beristirahat, dan makanan dengan makan sedikit tapi sering biasanya dapat menolong, relaks. Bila sakit kepala semakin terasa berat secepatnya hubungi dokter anda. (pada kehamilan lanjut sakit kepala dapat menjadi tanda pre-eklampsia , yang biasanya disertai dengan peningkatan tekanan darah dan kaki-tangan bengkak)


PUSING

Merasa pusing sering pada awal kehamilan hal ini karena adanya peningkatan tuntutan darah ke tubuh sehingga sewaktu anda berubah posisi dari tidur atau duduk ke posisi berdiri secara tiba-tiba, system sirkulasi darah kesulitan untuk beradaptasi.

Bila rasa pusing tetap timbul ketika anda sedang duduk, ini biasanya karena menurunnya level gula darah anda. Makanlah sedikit- sedikit tapi sering.

Bila anda sering merasa seperti ingin pingsan periksalah ke dokter anda kemungkinan anda anemia.


KRAM PERUT

Pada trimester awal ini, anda mungkin mengalami kram perut atau kram seperti menstruasi atau rasa sakit seperti ditusuk yang timbul sebentar dan tidak menetap. Hal ini sering terjadi dan kemungkinan karena adanya pertumbuhan dan pembesaran dari rahim dimana otot dan ligament merenggang untuk menyokong rahim.


Yang harus diingat apabila kram perut yang timbul disertai perdarahan vagina, hubungi dokter anda segera, karena kedua tanda ini berhubungan dengan keguguran.


MELUDAH

Jangan merasa malu bila anda merasa air ludah anda menjadi agak berlebih, hal ini biasa terjadi pada kehamilan biasanya pada ibu hamil yang mengalami morning sickness. Ini biasanya timbul pada trimester pertama tapi jarang terjadi.

Atasi dengan sikat gigi atau kocok mulut atau isap permen yang mengandung mint.

Mint dipercaya dapat mngurangi air ludah.


EMOSIONAL

Pada trimester awal kehamilan ini juga terjadi mempengaruhi emosional menjadi tak stabil, hal ini karena adanya perubahan hormon dan juga rasa tanggung jawab baru sebagai seorang calon ibu.

Baca selengkapnya: Tips Mengatasi Stress Selama Kehamilan


Atasi : cobalah untuk mencari waktu untuk diri anda sendiri, bicarakanlah perasaan anda kepada orang terdekat atau dokter anda.

Dan untungnya, Tubuh pada akhirnya secara bertahap dapat beradaptasi terhadap perubahan hormonal ini sehingga membuat hidup lebih indah buat anda.


PENINGKATAN BERAT BADAN

Pada akhir trimester pertama ini anda akan kesulitan untuk memasang kancing rok/celana panjang anda. Hal ini bukan berarti adanya peningkatan berat badan yang banyak—-tapi karena rahim anda berkembang dan memerlukan ruang dan ini semua karena pengaruh dari hormone estrogen yang menyebabkan pembesaran rahim dan hormone progesterone yang menyebabkan tubuh menahan air.


© Dr.Suririnah- www.infoibu.com

http://askep-askeb.cz.cc/

lihat artikel selengkapnya - Perkembangan & Perubahan Pada Tubuh Ibu Hamil Selama 0-12 Minggu(Trimester I)

Kamis, 09 Desember 2010

Mengenali Perubahan Tubuh Saat Kehamilan Anda dan Pertumbuhan Janin

Kehamilan dibagi menjadi tiga tahap atu trimester: Pertama, dari hari pertama menstruasi terakhir Anda sampai minggu ke-14; kedua, minggu ke-14 sampai ke-28; ketiga, minggu ke-28 sampai lahir.
Catatan Harian Kehamilan

Bulan Pertama
Bulan Kedua
Bulan Ketiga
Bulan Keempat
Bulan Kelima
Bulan Keenam
Bulan Ketujuh
Bulan Kedelapan
Bulan Kesembilan
Bulan Pertama
Di masa ini kebanyakan wanita tidak menyadari bahwa dirinya telah hamil. Meskipun mereka sadar bahwa telah terlambat datang bulan di minggu kedua. Biasanya tubuh sering merasa lelah, akibat adanya perubahan hormon dalam indung telur. Pada bulan ini juga terjadi peningkatan memproduksi hormon progesteron. Buah dada terasa lunak. Mulai timbul "morning sickness" atau terasa mual di pagi hari.
Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu Ke-1 - Minggu Ke-2 - Minggu Ke-3 - Minggu Ke-4

Minggu ke-1


Perkembangan Janin: Sel telur mengalami pembuahan, terbelah dan masuk ke dalam rongga uterus.
Perkembangan Ibu: Indung telur meningkatkan produksi hormon pemelihara kehamilan, progesterone
Ketidaknyamanan: Ibu belum merasakan apa-apa.
Minggu ke-2


Perkembangan Janin: Embrio awal terbagi menjadi tiga jaringan berbeda (extoderm, endoderm, mesoderm). Lapisan sel-sel primitif tersebut akan membentuk berbagai organ dan jaringan di tubuh bayi.
Perkembangan Ibu: Pertama kali tidak mendapat haid
Minggu ke-3


Perkembangan Janin: Bagian-bagian tubuh bayi mulai terlihat, seperti tulang belakang, otak, dan
syaraf tulang belakang.

Perkembangan Ibu:
Plasenta membesar menutupi seperlimabelas bagian dalam uterus. payudara
terasa agak lunak.
Ketidaknyamanan: - Mual dan muntah sering terjadi karena adanya perubahan hormonal
- Payudara terasa nyeri dan membesar
Cara Mengatasi: - Mengkonsumsi crackers sebelum beraktivitas di pagi hari.
Boleh juga diselingi dengan makanan rendah lemak.
- Gunakan bra yang menyokong dan nyaman.
Minggu ke-4


Perkembangan Janin: Terbentuknya jantung, peredaran darah dan saluran pencernaan. Panjang janin sekitar 0,5 cm. Besar kepala sepertiga dari total panjangnya.

Perkembangan Ibu:
Peningkatan aliran darah pada payudara (buah dada).
Ketidaknyamanan: Kelelahan yang diakibatkan oleh perubahan hormonal
Cara Mengatasi: - Berolahraga ringan secara teratur dengan tidur siang yang cukup setiap harinya.
- Melakukan pijatan juga menjadi cara terbaik untuk merilekskan tubuh yang
mulai mengalami perubahan
- Jangan lupa pula untuk beristirahat
Bulan Kedua
Pada bulan kedua ini, ibu sudah mulai merasakan dirinya sedang mengandung.
Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu Ke-5 - Minggu Ke-6 - Minggu Ke-7 - Minggu Ke-8

Minggu ke-5


Perkembangan Janin: - Jantungnya sudah mulai memompa darah.
- Ujung-ujung anggota tubuh mulai terlihat.
- Bagian-bagian penting otak mulai kelihatan.
Minggu ke-6



Perkembangan Ibu:
Plasenta sudah mulai berfungsi.
Ketidaknyamanan: - Sering buang air kecil akibat membesarnya uterus (rahim).
Kadang-kadang mengganggu di malam hari.
- Masih terasa nyeri pada payudara.
Cara Mengatasi: Mengurangi minum di malam hari.
Minggu ke-7


Perkembangan Janin: - Proses perkembangan berjalan cepat. Mata, hidung, bibir mulai terlihat
- Tulang dan otot jelas terlihat di balik kulit yang tipis
- Janin mulai bergerak

Perkembangan Ibu:
Ibu belum merasakan pergerakan janin.
Ketidaknyamanan: Payudara mulai membesar.
Cara Mengatasi: Banyak istirahat.
Minggu ke-8


Perkembangan Janin: Janin sudah terbentuk. Beratnya sekitar 1,5 gr, panjangnya 2,5 cm.
Detak jantungnya 160 kali/menit.

Perkembangan Ibu:
- Plasenta sudah menutupi sekitar sepertiga garis uterus
- Pembuluh darah tampak membayang pada payudara.
Ketidaknyamanan: Sering sembelit akibat meningkatnya hormon progesteron dalam sistem tubuh.
Cara Mengatasi: Lebih banyak mengkonsumsi makanan berserat.
Bulan Ketiga
Pada bulan ketiga ini dibutuhkan asupan protein, vitamin dan mineral yang cukup untuk pertumbuhan janin.
Pada bulan ini saatnya ibu memeriksakan diri ke bidan atau dokter.


Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu Ke-9 - Minggu Ke-10 - Minggu Ke-11 - Minggu Ke-12


Minggu ke-9


Perkembangan Janin: Organ genital mulai terlihat jelas.

Perkembangan Ibu:
- Areola mammae tampak lebih gelap.
- Kelenjar Montgemery pada areola mammae semakin jelas.
Ketidaknyamanan: Ibu merasa payudara kotor.
Cara Mengatasi: Jaga kebersihan payudara.
Minggu ke-10


Perkembangan Janin: - Banyak janin sudah hampir menyerupai manusia
- Darah dan sel-sel tulang mulai terbentuk

Perkembangan Ibu:
Plasenta sudah mulai berfungsi.
Ketidaknyamanan: - Sering buang air kecil akibat membesarnya uterus (rahim).
Kadang-kadang mengganggu di malam hari.
- Masih terasa nyeri pada payudara.
Cara Mengatasi: Mengurangi minum di malam hari.
Minggu ke-11


Perkembangan Janin: - Organ tubuh mulai berfungsi.
- Pankreas mulai memproduksi insulin.
- Ginjal mulai memproduksi air seni.

Perkembangan Ibu:
Berat badan bertambah antara 1-1,5 kg atau rata-rata 300 gr/minggu.
Ketidaknyamanan: Kadang-kadang gusi bengkak dan berdarah.
Cara Mengatasi: Tingkatkan asupan vitamin C
Minggu ke-12


Perkembangan Janin: - Paru-paru mulai terbentuk.
- Panjang janin sudah mencapai kira-kira 4 cm, beratnya sekitar 6 gr.
- Plasenta sudah mulai berfungsi dengan baik
Bulan Keempat
Kondisi tubuh mulai membaik dan sehat, kehamilan semakin nyata, keluhan mual dan muntah mulai hilang.
Pada saat ini dianjurkan untuk mengikuti kursus kehamilan dan melahirkan


Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu Ke-14 - Minggu Ke-15 - Minggu Ke-16

Minggu ke-14


Perkembangan Janin: - Sistem otot semakin kuat.
- Sistem saraf mulai berfungsi.
- Pembuluh darah mulai berkembang.

Perkembangan Ibu:
Kehamilan menimbulkan beberapa hal, antara lain: munculnya linea, tampak garis
hitam vertikal di tengah perut. Garis ini biasanya akan hilang setelah melahirkan.
Ketidaknyamanan: Vagina terasa basah.
Cara Mengatasi: Jika sampai mengalami gatal-gatal, bahkan infeksi, sebaiknya segera ke bidan atau dokter.
Minggu ke-15


Perkembangan Janin: - Tangan mulai bisa mengepal.
- Berat janin mencapai 200 gr.
- Kaki sudah mulai menendang.

Perkembangan Ibu:
Berat badan bertambah antara 1-1,5 kg atau rata-rata 300 gr/minggu.
Ketidaknyamanan: Keluhan basah pada vagina.
Cara Mengatasi: Gunakan panty liner jika diperlukan.
Minggu ke-16


Perkembangan Janin: - Seluruh organ dan struktur rubuh telah terbentuk.
- Panjang janin 16 cm.

Perkembangan Ibu:
- Detak jantung janin bisa didengarkan dengan menggunakan alat doppler.
- Plasenta mulai memproduksi hormon estrogen.
- Colostrum sudah dapat dikeluarkan.
Ketidaknyamanan: Sering terjadi sakit pada kepala karena penyesuaian tubuh terhadap volume darah yang bertambah, bisa juga karena stress.
Cara Mengatasi: Istirahat dan tidur yang cukup.
Bulan Kelima
Pada akhirnya bulan kelima ibu akan merasakan gerakan janin.
Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu Ke-18 - Minggu Ke-19 - Minggu Ke-20

Minggu ke-18



Perkembangan Janin:
- Adanya lapisan lemak yang melindungi janin.
- Rambut-rambut halus menutupi tubuh dan memelihara kelembaban kulit.
Ketidaknyamanan: - Tiba-tiba sakit kepala dan pusing.
- Kadang-kadang juga merasa sesak napas.
Cara Mengatasi: - Bangun tidur jangan segera jalan.
- Olah raga ringan seperti jalan kaki, bersepeda atau renang.
Minggu ke-19


Perkembangan Janin: Tumbuh alis, bulu mata dan rambut.

Perkembangan Ibu:
- Payudara sudah mulai mengeluarkan colostrum.
- Daerah sekitar puting mulai kehitaman.
- Berat badan akan naik 300 gr/minggu.
Ketidaknyamanan: Timbul varises akibat meningkatnya tekanan darah pada tubuh bagian bawah.
Cara Mengatasi: - Jangan menyilangkan kaki saat duduk.
- Hindari tekanan pada paha bagian bawah.
- Sebaiknya gunakan stocking & sepatu yang bertumit rendah.
Bulan Keenam
Perut semakin membesar, kenakanlah baju hamil yang nyaman. Saatnya untuk mendiskusikan tentang kehamilan dan persalinan dengan bidan atau dokter.
Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu Ke-22 - Minggu Ke-23 - Minggu Ke-24

Minggu ke-22



Perkembangan Janin:
Kerangka berkembang dengan pesat.

Perkembangan Ibu:
Perubahan kulit, seperti puting susu yang menggelap, strech mark, noda di pipi dan dahi, jerawat, telapak tangan yang memerah.
Minggu ke-23


Perkembangan Janin: Kelopak mata mulai membuka dan menutup.
Minggu ke-24
Perkembangan Janin: Berat janin berkisar 700 sampai 800 gr.

Perkembangan Ibu:
- Plasenta menjadi lebih tebal.
- Ibu juga mulai merasakan saat bayi terjaga.
Ketidaknyamanan: Sering terjadi mimisan.
Cara Mengatasi: Kompres es atau daun sirih sambil tiduran.
Bulan Kedelapan
Kelahiran semakin dekat, posisi janin semakin ke bawah. Kadang-kadang anda mengalami gangguan pernapasan.


Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu Ke-30 - Minggu Ke-31 - Minggu Ke-32


Minggu ke-31
Perkembangan Janin: Saluran pencernaan dan paru-paru hampir sempurna.

Perkembangan Ibu:
Ligamen di seputar daerah pelvix mulai meregang untuk memudahkan proses kelahiran bayi. Kondisi ini seringkali mengakibatkan sakit punggung.

Ketidaknyamanan:
Sembelit, karena terganggunya proses pencernaan.

Cara Mengatasi:
- Makan makanan yang banyak serat seperti buah-buahan, sayuran dan sereal.
- Banyak minum.
Minggu ke-32
Perkembangan Janin: Panjang bayi kira-kira 36 cm.

Perkembangan Ibu:
- Ibu mulai merasa lelah dan tidak nyaman.
- Tidur sering terganggu karena aktivitas bayi
di dalam perut.


Bulan Kesembilan
Mengingat masa ini adalah saat kelahiran bayi, perbanyaklah istirahat sebelum proses persalinan. Periksakan kehamilan ibu ke bidan atau dokter sesuai jadwal.

Hal-hal yang perlu dicatat: Minggu 34 - Minggu 35 - Minggu 36


Minggu ke-34
Perkembangan Janin:
Perkembangan Ibu:
Ketidaknyamanan:
Cara Mengatasi:
Minggu ke-35
Perkembangan Ibu: Menjelang kelahiran posisi janin menurun masuk ke dalam panggul ibu.
Ketidaknyamanan: Frekuensi buang air kecil meningkat, karena rahim menekan kandung kemih
Cara Mengatasi: Ibu bisa mengurangi tekanan pada kandung kemih dengan cara tidur miring pada malam hari.
Minggu ke-36
Perkembangan Ibu: - Dalam waktu 9 bulan terjadi persalinan, dan ibu melahirkan bayi.
- Colostrum mulai keluar.
Ketidaknyamanan: Sebelum kelahiran, kontraksi akan semakin sering.
lihat artikel selengkapnya - Mengenali Perubahan Tubuh Saat Kehamilan Anda dan Pertumbuhan Janin

Perubahan Tubuh Ibu Hamil Pada Trimester ke 2 (13-28 minggu)

Di trimester kedua ini perut anda akan mulai kelihatan membesar dan dunia luar akan menyadari kalau anda akan menjadi calon ibu baru. Trimester kedua dianggap sebagai masa kehamilan yang terbaik sebab anda akan merasa lebih nyaman saat ini. Perut anda belum terlalu besar anda masih dapat melakukan aktifitas sehari-hari, dimana Rasa mual, lemas, dan keluhan lainnya pada trimester pertama akan hilang, bahkan anda merasa lebih energik saat ini.

Beberapa perubahan yang terjadi pada kehamilan trimester kedua (13-28 minggu):

PERUT SEMAKIN MEMBESAR
Setelah 12 minggu, rahim membesar dan melewati rongga panggul. Pembesaran rahim akan bertumbuh sekitar 1 cm setiap minggu. Pada kehamilan 20 minggu bagian teratas rahim sejajar dengan puser (umbilicus). Setiap individu akan berbeda-beda tapi kebanyakan wanita akan mulai tampak pembesaran perutnya pada kehamilan 16 minggu.

SENDAWA DAN BUANG ANGIN
Pada trimester ini anda akan bersendawa atau ingin buang angina/kentut pada saat yang tidak seharusnya—jangan bingung—anda tak sendirian mengalami masalah ini.
Sendawa dan buang angina adalah keluhan yang paling sering selama kehamilan. Hal ini karena usus merengang dan anda akan merasa kembung.
Atasi dengan jangan makan dalam jumlah besar akan membuang anda kembung dan tak nyaman, dan hindari makanan yang menyebabkan banyak gas seperti jagung, permen, bawang merah.

PELUPA
Pada beberapa ibu hamil akan menjadi sedikit pelupa selam kehamilannya, Ada beberapa teori tentang hal ini karena tubuh ibu terus bekerja berlebihan untuk perkembangan bayinya sehingga menimbulkan blok pikiran.
Tak perlu terpengaruh dengan hal ini —sediakan catatan kecil unutk membantu anda. Dan beristirahalah sedapat mungkin.

RASA NYERI DI ULU HATI
Rasa panas atau terbakar didada bagian bawah atau perut bagian atas tapi tidak ada hubunganya dengan jantung. Hal ini karena asam lambung naik ke kerongkongan. Perasaan ini timbul pada wanita hamil pada trimester kedua ini, hal ini karena hormone progesterone meningkat yang menyebabkan relaksasi dari otot saluran cerna dan juga karena rahim yang semakin membesar yang mendorong bagian atas perut, sehingga mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.

Nilai positif dari relaksasi otot saluaran cerna adalah gerakan makanan menjadi lebih lambat sehingga nutrisi terserap lebih banyak.

Atasi dengan jangan makan dalam jumlah besar terutama sebelum mau tidur. Jauhi makanan yang pedas, berminyak dan berlemak. Waktu tidur malam tinggikan posisi kepala anda sehingga asam lambung tak dapat naik ke esophagus.

PERTUMBUHAN RAMBUT DAN KUKU
Perubahan hormonal menyebabkan kuku akan tumbuh lebih kuat dan tumbuh rambut lebih banyak dan kadang tumbuh ditempat yang tidak diinginkan seperti diwajah atau perut. Tapi tak perlu kuatir rambut yang tak semestinya ini akan hilang setelah bayi lahir

SAKIT DI PERUT BAGIAN BAWAH
Pada kehamilan 18-24 minggu anda akan merasakan nyeri diperut bagian bawah yang seperti ditusuk atau seperti tertarik disatu atau dua sisi, hal ini karena perenggangan ligamentum dan otor unutk menahan rahim yang semakin membesar.
Nyeri hanya sebentar dan tak menetap.
Atasi dengan duduk atau berbaring dengan posisi yang nyaman.

PUSING
Pusing menjadi keluhan yang sering selama kehamilan trimester kedua ini hal ini dapat terjadi ketika pembesaran dari rahim anda menekan pembuluh darah besar sehingga menyebabkan tekanan darah menurun.

Atasi denga melakukan perpindahan posisi pelahan lahan atau bertahap untuk menghindari perubahan tekanan darah yang mendadak.

MENDENGKUR
Peningkatan aliran darah selama kehamilan akan menyebabkan sesak dan pembengkakan membrane mukosa yang menimbulkan mendengkur saat tidur.

HIDUNG DAN GUSI BERDARAH
Hal ini juga karena peningkatan aliran darah selama masa kehamilan. Kadang juga mengalami sumbatan pada hidung hal ini karena perubahan hormonal.

PERUBAHAN KULIT
Garis kecoklatan mulai dari puser (umbilicus) ke tulang pubis disebut linea nigra.
Kecoklatan pada wajah disebut chloasma atau topeng kehamilan, ini dapat menjadi petunjuk kurang asam folat.
Strecth mark terjadi karena perengangan kulit yang berlebih biasanya pada perut dan payudara.
Akibat perengangan kulit ini anda dapat merasa gatal.

PAYUDARA
Payudara akan semakin membesar dan mengeluarkan cairan yang kekuningan yang disebut colostrums. Putting dan sekitarnya akan semakin bewarna gelap dan besar dan bintik-bintik kecil akan timbul disekitar putting, itu adalah kelenjar kulit..

KRAM PADA KAKI
Kram otot ini timbul karena sirkulasi darah yang lebih lambat saat kehamilan. Atasi dengan menaikkan kaki keatas, minum cukup kalsium. Bila anda terkena kram kaki ketika duduk atau saat tidur, coba untuk menggerakan jari-jari kaki kearah atas.

PEMBENGKAKAN SEDIKIT
Pembengkakan adalah kondisi normal pada kehamilan, hampir 40 % wanita hamil mengalaminya.
Hal ini karena peningkatak hormone yang menahan cairan.
Pada trimester kedua ini akan tampak sedikit pembengkakan pada wajah, kaki , tangan.
Hal ini sering karena posisi duduk atau berdiri yang terlalu lama.

MERASAKAN GERAKAN BAYI ANDA
Pada kehamilan minggu ke 15-22 anda akan mulai merasakan gerakan bayi anda yang awalnya akan terasa seperti kibasan, tetapi di akhir trimester ini, anda akan benar-benar merasakan pergerakan bayi anda. Pada ibu yang baru pertama kali sering tidak dapat mengenali gerakan bayinya sampai minggu ke 19-22.

sumber: © Dr.Suririnah- www.infoibu.com
lihat artikel selengkapnya - Perubahan Tubuh Ibu Hamil Pada Trimester ke 2 (13-28 minggu)

Perkembangan & Perubahan Pada Tubuh Ibu Hamil Selama 0-12 Minggu(Trimester I)

Oleh suririnah

Pada bulan-bulan pertama kehamilan anda, mungkin tidak akan banyak orang yang mengerti bila anda sedang hamil,—tapi sesungguhnya tubuh anda secara aktif bekerja untuk menyesuaikan bagi proses kehamilan ini.

Pada bulan-bulan pertama kehamilan anda, mungkin tidak akan banyak orang yang mengerti bila anda sedang hamil, karena belum terlihat perubahan yang nyata pada tubuh anda. Tapi sesungguhnya tubuh anda secara aktif bekerja untuk menyesuaikan secara fisik dan emosional bagi proses kehamilan ini.

Beberapa perubahan pada tubuh ibu hamil di trimester pertama ( 0 – 12 minggu) kehamilan :

PEMBESARAN PAYUDARA
Payudara akan membesar dan kencang, ini karena pada awal pembuahan terjadi peningkatan hormone kehamilan yang menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan memberi nutrisi pada jaringan payudara. Anda mungkin akan merasa BH atau bra anda terasa sesak dan tak nyaman lagi, sebaiknya anda mempersiapkan bra baru yang sesuai dengan ukuran baru ini untuk memberi kenyamanan dan dapat menyokong payudara anda. Tapi jangan buang yang lama, anda dapat menyimpannya karena payudara akan kembali ke ukuran sebelum anda hamil setelah anda berhenti menyusui nanti.

Dalam 3 bulan pertama ini, anda akan melihat juga daerah sekitar putting dan putting susu anda akan bewarna lebih gelap, dan karena terjadi peningkatan persediaan darah keseluruh tubuh maka daerah sekitar payudara akan tampak bayangan pembuluh-pembuluh vena dibawah kulit payudara anda. Baca selengkapanya:Perawatan Payudara Saat Hamil.

SERING BUANG AIR KECIL
Anda akan merasa lebih sering ingin buang air kecil, ini karena adanya pertumbuhan rahim yang menekan kandung kencing anda dan perubahan hormonal
Ingat jangan mengurangi pemasukan cairan / minum anda untuk mengatasi problem ini karena anda butuh cairan lebih pada saat hamil ini.
Dan tetap jaga kebersihan anda.

KONSTIPASI
Anda mungkin akan merasa kesulitan untuk buang air besar, hal ini karena peningkatan hormone progesterone yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus kurang efisien, juga Tablet Zat Besi (iron) yang diberikan oleh dokter biasanya memyebabkan masalah konstipasi ini selain itu zat besi tablet akan menyebabkan warna feses anda kehitaman, jangan kuatir.
Atasilah dengan banyak minum air, makanan yang berserat tinggi (sayuran dan buahan) serta olahraga.
Baca selengkapnya: Mengatasi Konstipasi Saat Kehamilan.

MORNING SICKNESS—MUAL MUNTAH
Laporan menunjukkan bahwa separuh dari wanita hamil mengalami mual dan mulai pada bulan ke dua. Mual terhadap makanan tertentu, bahkan hanya karena mencium bau makanan tertentu saja. Hal ini karena adanya peningkatan hormonal.
Atasilah dengan makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi besar hanya membuat anda mual.
Anda tak perlu kuatir kalau bayi anda tak cukup nutrisi. Di awal kehamilan ini kebanyakan wanita hamil hanya sedikit saja meningkat berat badannya dan ini tidak mempengaruhi perkembangan bayi anda.
Dan jangan kuatir biasanya keluhan mual-muntah akan menghilang pada akhir trimester pertama.

Hubungi dokter anda bila mual-muntah menjadi sangat hebat, sehingga anda tidak dapat makan atau minum apapun juga dan dapat menimbulkan kekurangan cairan/dehidrasi. (Hiperemesis gravidarum).

MERASA LELAH
Anda akan merasa lelah, hal ini karena tubuh anda bekerja secara aktif untuk menyesuaikan secara fisik dan emosional untuk kehamilan ini. Juga peningkatan hormonal dapat mempengaruhi pola tidur anda. Carilah waktu untuk beristirahat sedapat mungkin.

SAKIT KEPALA
Anda mungkin akan merasa sakit kepala yang lebih sering daripada biasa, hal ini mungkin karena rasa mual, kelelahan, lapar, tekanan darah rendah, dan dapat juga karena perasaan tegang atau bahkan depresi.
Atasilah dengan beristirahat, dan makanan dengan makan sedikit tapi sering biasanya dapat menolong, relaks. Bila sakit kepala semakin terasa berat secepatnya hubungi dokter anda. (pada kehamilan lanjut sakit kepala dapat menjadi tanda pre-eklampsia , yang biasanya disertai dengan peningkatan tekanan darah dan kaki-tangan bengkak)

PUSING
Merasa pusing sering pada awal kehamilan hal ini karena adanya peningkatan tuntutan darah ke tubuh sehingga sewaktu anda berubah posisi dari tidur atau duduk ke posisi berdiri secara tiba-tiba, system sirkulasi darah kesulitan untuk beradaptasi.
Bila rasa pusing tetap timbul ketika anda sedang duduk, ini biasanya karena menurunnya level gula darah anda. Makanlah sedikit- sedikit tapi sering.
Bila anda sering merasa seperti ingin pingsan periksalah ke dokter anda kemungkinan anda anemia.

KRAM PERUT
Pada trimester awal ini, anda mungkin mengalami kram perut atau kram seperti menstruasi atau rasa sakit seperti ditusuk yang timbul sebentar dan tidak menetap. Hal ini sering terjadi dan kemungkinan karena adanya pertumbuhan dan pembesaran dari rahim dimana otot dan ligament merenggang untuk menyokong rahim.

Yang harus diingat apabila kram perut yang timbul disertai perdarahan vagina, hubungi dokter anda segera, karena kedua tanda ini berhubungan dengan keguguran.

MELUDAH
Jangan merasa malu bila anda merasa air ludah anda menjadi agak berlebih, hal ini biasa terjadi pada kehamilan biasanya pada ibu hamil yang mengalami morning sickness. Ini biasanya timbul pada trimester pertama tapi jarang terjadi.
Atasi dengan sikat gigi atau kocok mulut atau isap permen yang mengandung mint.
Mint dipercaya dapat mngurangi air ludah.

EMOSIONAL
Pada trimester awal kehamilan ini juga terjadi mempengaruhi emosional menjadi tak stabil, hal ini karena adanya perubahan hormon dan juga rasa tanggung jawab baru sebagai seorang calon ibu.
Baca selengkapnya: Tips Mengatasi Stress Selama Kehamilan

Atasi : cobalah untuk mencari waktu untuk diri anda sendiri, bicarakanlah perasaan anda kepada orang terdekat atau dokter anda.
Dan untungnya, Tubuh pada akhirnya secara bertahap dapat beradaptasi terhadap perubahan hormonal ini sehingga membuat hidup lebih indah buat anda.

PENINGKATAN BERAT BADAN
Pada akhir trimester pertama ini anda akan kesulitan untuk memasang kancing rok/celana panjang anda. Hal ini bukan berarti adanya peningkatan berat badan yang banyak—-tapi karena rahim anda berkembang dan memerlukan ruang dan ini semua karena pengaruh dari hormone estrogen yang menyebabkan pembesaran rahim dan hormone progesterone yang menyebabkan tubuh menahan air.

© Dr.Suririnah- www.infoibu.com

lihat artikel selengkapnya - Perkembangan & Perubahan Pada Tubuh Ibu Hamil Selama 0-12 Minggu(Trimester I)

Kegunaan Pemeriksaan USG Pada Kehamilan?


Oleh suririnah

Pemeriksaan USG sudah digunakan sejak lama dalam dunia kedokteran. Apa saja kegunaan pemeriksaan USG dan Kapankah sebaiknya waktu untuk melakukan pemeriksaan USG ini pada kehamilan anda?…

Sudah sejak 1961 USG digunakan dalam dunia kedokteran kandungan. Tidak seperti X-ray yang berbahaya bagi bayi, USG menggunakan gelombang suara yang dipantulkan untuk membentuk gambaran bayi di layar komputer yang aman untuk bayi dan ibu.

APA SAJA YANG DAPAT DI PERIKSA DENGAN USG?

. Konfirmasi kehamilan. Embrio dalam kantung kehamilan dapat dilihat pada awal kehamilan 51/2 minggu dan detak jantung janin biasanya terobsevasi jelas dalam usia 7 minggu.

• Mengetahui usia kehamilan. Untuk mengetahui usia kehamilan dapat dengan mengunakan ukuran tubuh fetus—sehingga dapat memperkirakan kapan tanggal persalinan

• Menilai pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan.

• Ancaman keguguran. Jika terjadi pendarahan vagina awal, USG dapat menilai kesehatan dari fetus. Jika detak jantung janin jelas maka prospek yang baik untuk melanjutkan kehamilan.

• Masalah dengan plasenta. USG dapat menilai kondisi plaasenta dan menilai adanya masalah2 seperti plasenta previa dsb.

• Kehamilan ganda/ kembar. USG dapat memastikan apakah ada 1 / lebih fetus di rahim.

• Mengukur cairan ketuban. Masalah terjadi ketika kandungan berlebihana caira ketuban atau terlalu sedikit. Volume ( jumlah cairan) dapat dinilai/cek dengan USG.

• Kelainan letak janin. Bukan saja kelainan letak janin dalam rahim tapi juga banyak kelainan janin yang dapat di ketahui dengan USG, seperti: hidrosefalus, anesefali, sumbing, kelainan jantung, kelainan kromoson (syndrome down), dll.

• Dapat juga untuk menilai jenis kelamin bayi jika anda ingin mengetahuinya.

KAPANKAH WAKTU BIASANYA USG DILAKUKAN?

Umumnya USG pertama dilakukan pada kehamilan minggu ke 7 untuk memastikan kehamilan, menilai detak jantung janin, mengukur panjang janin untuk menilai usia kehamilan.

USG kedua biasanya dilakukan pada kehamilan 18-22 minggu untuk menilai kelainan congenital, kelainan bentuk, posisi plasenta, detak jantung janin, juga untuk menilai perkembangan janin. Pada pemeriksaan di minggu ini anda mungkin dapat juga mengetahui jenis kelamin bayi anda.

USG yang ketiga biasanya dilakukan pada kehamilan minggu ke 34 unutk mengevaluasi ukuran fetus dan menilai pertumbuhan fetus, pergerakan dan pernafasaan, detak jantung bayi juga jumlah air ketuban di sekeliling bayi serta posisi bayi dan plasenta..

Pada dasarnya USG dapat dilakukan kapan saja selama masa kehamilan karena USG tidak berbahaya untuk bayi dan ibu. USG terutama dilakukan bila terjadi masalah kehamilan misalnya adanya detak jantung janin yang tidak teratur.

© Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com

lihat artikel selengkapnya - Kegunaan Pemeriksaan USG Pada Kehamilan?

Posisi Hubungan Seks Yang Terbaik Selama kehamilan


Oleh suririnah

Bila anda hamil bukan berarti anda tidak dapat melakukan hubungan seks lagi. Tetapi saat kehamilan semakin membesar anda perlu memilih beberapa posisi hubungan seks yang aman selama kehamilan….
Bila anda hamil bukan berarti anda tidak dapat melakukan hubungan seks lagi. Anda tetap dapat melakukan hubungan suami isteri selama anda hamil sembilan bulan kecuali tentu saja jika ada alasan secara medis dan atas saran dari dokter anda untuk tidak melakukan hubungan seks.

Tetapi pada saat kehamilan sudh semakin membesar makaa perut andapun akan semakin besar dan saat itu anda perlu melakukan dan mencari posisi seks yang nyaman buat anda saat melakukan hubungan seks ini.

BEBERAPA POSISI HUBUNGAN SEKS TERBAIK SELAMA KEHAMILAN:

• Posisi wanita diatas. Posisi ini yang paling nyaman untuk banyak ibu hamil terutama karena wanita hamil dapat mengontrol kedalaman penetrasi.

• Posisi duduk. Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau lanjut dimana tidak memerlukan banyak gerakan. Pria duduk dan wanita duduk diatasnya saling berhadapan atau membelakangi yang pria bila perut sudah sangat besar. Posisi ini juga memungkinkan wanita untuk mengontrol kedalaman penetrasi.

• Posisi laki-laki diatas tetapi berbaring hanya separuh tubuh.

Posisi berlutut atau berdiri.

Yang paling penting dari semua posisi seks selama kehamilan ini adalah jangan meletakkan berat badan anda ke perut ibu hamil selama hubungan seksual atau batasilah tekanan diperut ibu hamil.

Yang tetap harus anda ingat, bahwa hubungan seksual dapat menjdi salah satu bagian penting dalam pernyataan perasaan kasih saying, rasa aman dan tenang, kebersamaan, kedekatan perasaan dalam hubungan suami isteri. Tetapi jangan menjadikan hubungan seks memegang peranan paling berkuasa dalam keselarasan hubungan suami isteri. Anda tetap dapat menyatakan perasaan kasih sayang dengan saling bertukar pikiran (komunikasi), berpelukan, ciuman, ataupun pijatan tanpa harus melakukan hubungan seksual. Yang terpenting mencoba untuk saling mengerti keinginan pasangan.

© Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com

lihat artikel selengkapnya - Posisi Hubungan Seks Yang Terbaik Selama kehamilan

10 Mitos Penyebab Keguguran

Seks.
''Sebaiknya ibu hamil tidak melakukan hubungan seksual pada 12 minggu pertama kehamilannya'', demikian nasehat banyak dokter kandungan. Padahal sebenarnya belum ada penelitian medis yang membuktikan hubungan seksual menyebabkan keguguran. Jadi sepanjang hal itu tidak menyakitkan dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan, silakan saja.

Olahraga.
Latihan olahraga yang teratur dalam porsi cukup selama kehamilan bagus untuk Anda dan bayi. Sama sekali tidak ada resiko keguguran, asalkan Anda tidak terlalu lelah melakukannya. Tetapi sebaiknya jangan memulai jenis olahraga baru yang belum pernah Anda lakukan pada saat sebelum hamil.

Perjalanan udara.
Tidak ada bukti yang menyebutkan bepergian naik pesawat terbang menyebabkan keguguran, entah itu perjalanan singkat maupun panjang.

Pemeriksaan ultrasonografi.
Banyak ibu-ibu takut menjalani pemeriksaan ultrasonografi - termasuk untuk pemeriksaan USG untuk mencek perkembangan janin di dalam rahim -karena pernah mendengar USG dapat menyebabkan keguguran. Sebenarnya pemeriksaan USG tidak terbukti dapat meningkatkan risiko keguguran, meski memang, sejumlah ibu yang menjalani beberapa kali pemeriksaan USG selama kehamilannya ternyata melahirkan bayi-bayi kidal.

Sauna
Sebuah studi tahun 1970-an mengaitkan mandi sauna dengan sejumlah problem kehamilan, risiko terbesarnya adalah keguguran. Tetapi penelitian ini tidak dikonfirmasi lebih lanjut. Namun untuk mencegah janin di dalam kandungan menderita panas berlebih. Mandi sauna sebaiknya dibatasi hanya 10 menit, dan sebaiknya hindari air yang terlalu panas.

Kopi
Penelitian menyebutkan jika ibu hamil minum lebih dari enam gelas kopi, teh, atau cola per hari, makan berisiko tinggi mengalami keguguran. Karena itu pula secara alamiah tubuh seringkali menyortir diri dengan "menolak" kopi pada minggu-minggu pertama kehamilan.

Sinar-X
Satu kali pemeriksaan dengan Sinar-X atau X-Ray selama kehamilan tidak akan menyebabkan keguguran, menimbulkan masalah pada kehamilan, atau berbahaya bagi janin. Meski demikian, dokter biasanya sangat berhati-hati dalam penggunaan X-ray pada ibu hamil, dan tidak pernah merekomendasi suatu seri terapi X-Ray pada ibu hamil sebelum usia kehamilannya 8 minggu.

Menggunakan Komputer
Jika ibu bekerja dengan komputer, tidak perlu khawatir radiasi layar monitor menyebabkan keguguran. Studi yang dilakukan secara intensif dan detail telah menunjukan memang tidak ada hubungan antara penggunaan komputer dengan keguguran atau problem persalinan lainnya, meski Anda sepanjang hari mengetik di keyboard sekali pun.

Penggunaan Microwave dan Oven
Baru-baru ini ada laporan di media massa yang menyebutkan radiasi microwave berpeluang mencetus problem kehamilan, namun laporan ini tidak didukung penelitian ilmiah. Hal ini sekaligus mengkonfirmasi bahwa belum ada penelitian terhadap benda elektronika sejenis di sekitar ibu hamil yang radiasinya menyebabkan keguguran.

Cabut Gigi
Jika Anda memiliki tambalan dari tembaga pada gigi Anda, tidak perlu mengeluarkannya saat hamil karena takut membahayakan kehamilan. Tambalan tembaga yang diperuntukan gigi tidak mengandung merkuri, yang mana jika tubuh terpapar merkuri dalam jumlahnya hal ini dikatakan dengan risiko keguguran. Ahli medis pun tidak menganjurkan ibu hamil mengganti jenis tambalan giginya saat itu juga.

Sumber : Suaramerdeka

lihat artikel selengkapnya - 10 Mitos Penyebab Keguguran

Nikmatnya Melahirkan Seperti Orgasme


Proses melahirkan bisa jadi suatu hal yang mengerikan bagi ibu yang baru pertama kali hamil. Tapi kini proses melahirkan bisa lebih menyenangkan dan berkurang rasa sakitnya dengan menggunakan gerakan Orgasmic Birth. Melahirkan rasanya seperti orgasme.

Orgasme dan melahirkan tentu bukan dua kata yang memiliki arti hampir sama, tapi dengan gerakan Orgasmic Birth kedua kata ini seperti saling berhubungan. Ibu hamil yang telah mencoba cara ini mengungkapkan proses melahirkan jauh dari rasa sakit yang menyiksa serta lebih menyenangkan sama seperti saat proses pembuahan dilakukan.

Salah satu ibu hamil yang telah menggunakan gerakan ini saat melahirkan anaknya adalah Isobel Patterson (31 tahun) seorang pengacara dari Brighton. Isobel melahirkan putri pertamanya bernama Amelia dengan menggunakan gerakan Orgasmic Birth yang disaksikan langsung oleh suaminya, James. Isobel selalu mengingat hari itu sebagai hari yang paling menyenangkan dalam hidupnya.

"Saya menyadari banyak teman-teman yang menjalani proses melahirkan dengan perasaan tersiksa selama 10-20 jam. Tapi saya hanya membutuhkan waktu 7 jam yang menyenangkan dan disertai dengan orgasme," ujar Isobel seperti dikutip dari Timesonline, Rabu (30/12/2009).

Seperti kebanyakan ibu hamil lainnya, Isobel sebelumnya pun merasa takut ketika menghadapi proses melahirkan. Saat kontraksi terjadi di tengah malam, Isobel ingin seseorang yang membantunya adalah orang yang tidak memiliki ikatan emosional dengannya. Kebetulan saat itu ibu dan suaminya sedang tertidur, Isobel hanya ditemani asisten bidan atau doula yang tetap tenang, santai dan berpikir bahwa pengalaman yang hebat akan segera terjadi.

"Aku menghabiskan waktu selama 3 jam untuk merangkak di ruang tamu. Saat kontraksi semakin meningkat dan waktu untuk melahirkan semakin dekat, saya mulai merasakan sensasi. Itu adalah perasaan paling luar biasa yang dimulai dari panggul lalu ke seluruh tubuh bagian bawah," ungkap Isobel.

Saat itu bagian panggul mulai terdorong ke bawah dan tanpa sadar kaki Isobel bergetar serta mulai merasakan orgasme berkepanjangan yang berlangsung berjam-jam. Meskipun sebenarnya ada konsep yang berbeda antara melahirkan dengan orgasme.

"Doula mengatakan bahwa bagian klitoris saya berdenyut hingga akhirnya sang bayi bergerak ke bawah. Tiga jam kemudian bayi saya lahir tanpa rasa sakit dan proses pemulihan yang cepat karena tidak ada yang robek atau dijahit," tambahnya.

Isobel sempat merasa bersalah karena merasakan seks saat melahirkan putri pertamanya. Tapi ternyata banyak perempuan di luar sana merasakan hal yang sama dengannya.

"Saya percaya di tahun mendatang, orgasme selama persalinan akan menjadi bagian alami dari suatu proses melahirkan. Gagasan ini telah didukung oleh banyaknya bukti perempuan yang melahirkan dengan gerakan orgasme," ujar Michel Odent, seorang obstetri.

Mengalami orgasme saat melahirkan biasanya ditunjang oleh adanya sentuhan fisik yang bisa memberikan sensasi tersendiri. Dr Christiane Northrup seorang ahli obstetri dan ginekologi mengungkapkan bahwa orgasme yang terjadi selama proses melahirkan adalah proses alami.

"Ketika bayi turun menuju jalur lahir, posisinya sama dengan adanya sesuatu yang masuk ke dalam vagina seperti penis. Jika ditunjang oleh adanya sentuhan fisik dari suami atau bidan, maka bisa menyebabkan orgasme," ujar Dr Christiane.

Perempuan yang mengalami orgasme saat melahirkan akan membantu mempercepat proses keluarnya bayi. Selama persalinan ada perubahan besar dari hormon di tubuh seperti meningkatkan hormon prolaktin, beta-endorfin dan oksitosin yang dilepaskan. Hormon ini akan memberikan sensasi kesenangan dan membantu mendorong bayi ke jalan lahir.

Sumber : Detik.com
lihat artikel selengkapnya - Nikmatnya Melahirkan Seperti Orgasme

Selasa, 07 Desember 2010

Ibu Hamil dengan Resiko Tinggi

Apakah yang dimaksud Ibu hamil dengan risiko tinggi ?

Yaitu Ibu Hamil yang mengalami risiko atau bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun persalinan, bila dibandingkan dengan Ibu Hamil yang normal.

Siapakah yang termasuk Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi ?

- Ibu dengan tinggi badan kurang dari 145 cm.

- Bentuk panggul ibu yang tidak normal.

- Badan Ibu kurus pucat.

- Umur Ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun

- Jumlah anak lebih dari 4 orang.

- Jarak kelahiran anak kurang dari 2 tahun.

- Adanya kesulitan pada kehamilan atau persalinan yang lalu.

- Sering terjadi keguguran sebelumnya.

- Kepala pusing hebat.

- Kaki bengkak.

- Perdarahan pada waktu hamil.

- Keluar air ketuban pada waktu hamil.

- Batuk-batuk lama.

Bahaya apa saja yang dapat ditimbulkan akibat Ibu hamil dengan risiko tinggi ?

- Bayi lahir belum cukup bulan.

- Bayi lahir dengan berat kahir rendah (BBLR).

- Keguguran (abortus).

- Persalinan tidak lancar / macet.

- Perdarahan sebelum dan sesudah persalinan.

- Janin mati dalam kandungan.

- Ibu hamil / bersalin meninggal dunia.

- Keracunan kehamilan/kejang-kejang.

Apakah kehamilan risiko tinggi dapat dicegah ?

Kehamilan risiko tinggi dapat dicegah bila gejalanya ditemukan sedini mungkin sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikinya.

Bagaimana pencegahan kehamilan risiko tinggi dapat dilakukan ?

- Dengan memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan.

- Dengan mendapatkan imunisasi TT 2X.

- Bila ditemukan kelainan risiko tinggi pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif.

- Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna.

Apa yang dapat dilakukan seorang Ibu untuk menghindari bahaya kehamilan risiko tinggi ?

- Dengan mengenal tanda-tanda kehamilan risiko tinggi.

- Segera ke Posyandu, Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat bila ditemukan tanda-tanda kehamilan risiko tinggi.

lihat artikel selengkapnya - Ibu Hamil dengan Resiko Tinggi

Abortus

Sebuah fenomena yang banyak terjadi di dunia termasuk indonesia, angka kejadian abortus provokatus di indonesia meningkat seiring dengan perkembangan zaman. Apa dan mengapa angka kejadian abortus terus meningkat ?

Pengertian

secara medis abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum janin dapat hidup di dunia luar, tanpa mempersoalkan penyebabnya.ada 2 kriteria utama dikatakan sebagai abortus yaitu : berat janin kurang dari 500 gram serta umur kehamilan kurang dari 20 minggu.

Jenis Abortus

Dalam dunia medis dikenal beberapa jenis abortus yaitu :

Penyebab Abortus

Ada beberapa faktor penyebab abortus yaitu :

1. Faktor janin : dimana terjadi gangguan pertumbuhan pada zigot, embrio atau plasenta contohnya adalah : Bligted Ovum, abnormal pembentukan plasenta, kelainan kromosom (monosomi, trisomi)

2. Faktor maternal (Faktor Ibu) : terjadi infeksi(virus, bakteri) pada awal trimester 1 dan trimester 2 contoh infeksi karena rubella, CMV, herpes simplex, varicella zoster, vaccinia, campak, hepatitis, polio, ensefalomyelitis ; Salmonella typhi ; Toxoplasma gondii, Plasmodium., penyakit vaskuler (pembuluh darah) contoh : hipertensi vaskuler, kelainan endokrin contoh pada defisiensi insulin atau disfungsi dari kelenjar tyroid, penyakit imunitas inkomptabilitas HLA (Human Leukocyte Antigen), trauma, kelainan uterus, psikosomatik

3. Faktor eksternal : dapat disebabkan oleh radiasi, obat-obatan, dan bahan kimia

Abortus Provocatus Criminalis

seperti pengertian diatas pada abortus provocatus criminalis terjadi pengguguran kandungan tanpa alasan medis, dalam sumpah dokter (sumpah Hipocrates) pada butir Saya akan menghormati hidup insani sejak saat pembuahan maka Abortus buatan dengan indikasi medik hanya dapat dilakukan dengan beberapa syarat berikut :

1. Pengguguran hanya dilakukan sebagai suatu tindakan terapeutik.

2. Suatu keputusan untuk menghentikan kehamilan, sedapat mungkin disetujui secara tertulis oleh dua orang dokter yang dipilih berkat kompetensi profesional mereka.

3. Prosedur itu hendaklah dilakukan seorang dokter yang kompeten di instalasi yang diakui oleh suatu otoritas yang sah.

4. Jika dokter itu merasa bahwa hati nuraninya tidak memberanikan ia melakukan pengguguran tersebut, maka ia hendak mengundurkan diri dan menyerahkan pelaksanaan tindakan medik itu kepada sejawatnya yang lain yang kompeten.

5. Selain memahami dan menghayati sumpah profesi dan kode etik, para tenaga kesehatan perlu pula meningkatkan pemahaman agama yang dianutnya.

6. Melalui pemahaman agama yang benar, diharapkan para tenaga kesehatan dalam menjalankan profesinya selalu mendasarkan tindakannya kepada tuntunan agama.

Bagaimana Hukum di Indonesia mengatur mengenai masalah aborsi

Pasal 229

1. Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah

2. Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib, bidan atau juru obat, pidana dapat ditambah sepertiga.

3. Jika yang bersalah, melakukan kejahatan tersebut, dalam menjalani pencarian maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.

Pasal 341

Seorang ibu yang, karena takut akan ketahuan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena membunuh anak sendiri, dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Pasal 342

Seorang ibu yang, untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa akan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anaknya, diancam, karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Pasal 343

Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dipandang, bagi orang lain yang turut serta melakukan, sebagai pembunuhan atau pembunuhan dengan rencana.

Pasal 346

Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Pasal 347

1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Pasal 348

1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Pasal 349

Jika seorang tabib, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan.

Bagaimana Agama Mengatur Mengenai Aborsi

Ada beberapa kalangan yang menyetujui dan tidak setuju mengenai aborsi, pada golongan umat islam ada beberapa pendapat yang berbeda mengenai aborsi.

Salah satu dasar bagi orang-orang islam yang menyetujui tindakan aborsi berdasarkan Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya kamu disimpan dalam rahim ibumu berupa tetesan darah sesudah empat puluh hari, menjadi gumpalan darah setelah empat puluh hari, dan menjadi gumpalan daging setelah empat puluh hari, kemudian datang malaikat untuk memberinya Roh (atas perintah Allah)” (Riwayat Ibnu Masúd). Sehingga ditafsirkan bahwa aboris dapat dilakukan sebelum usia janin 120 hari. Benar atau tidak tergantung anda yang menafsirkannya makana dari sabda Rasullulah tersebut.

Mari kita lihat firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah : ”Barang siapa membunuh orang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam dan kekallah ia di dalamnya. Allah murka kepadanya serta mengutukinya dan menyediakan siksa yang berat”.

Sekarang terserah anda bagaimana menafsirkan. Apakah aborsi itu dibenarkan atau tidak, semuanya selalu “kembali ke Laptop” Kata Mas Tukul, Ups kembali ke dirisendiri”.

Efek Aborsi Provokatus

Banyak resiko kesehatan baik fisik maupun psikologis melakukan tindakan abortus, menurut Brian Clowes Phd dalam buku “Facts of Life”, resiko kesehatan dankeselamatan fisik dapat berupa :

1. Kematian karena pendarahan

2. Kematian karena pembiusan yang gagal

3. Kematian yang dikarenakan infeksi

4. Uterine perforation (rahim yang robek)

5. Cervical leceration yang dapat menyebabkan cacat pada anak berikutnya

6. Ovaian cancer

7. Kanker payudara

8. Cervical cancer

9. Liver cancer

10. Placenta pervia, ectopic pregnancy, pelvic inflammatory disease, endometriosis

Sedangakan resiko kesehatan mental menurut laporan “psychlogical reacton reporter after abortion” yang dikenal sebagai “post abortion syndrom (sindrom paksa aborsi)” bahwa pada wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal sebagai berikut

1. Kehilangan harga diri (82%)

2. Histeris (51%)

3. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%)

4. Ingin melakukan bunuh diri (28%)

5. Mencoba obat-obatan terlarang (41%)

6. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%)

sumber : http://ilmukedokteran.net/



lihat artikel selengkapnya - Abortus

Hamil di Usia Tua

Menurut *dr. Agustinus Gatot, Sp.OG*, dari RS Mitra Keluarga, siap-tidaknya seorang ibu yang hamil di usia tua, lebih karena faktor si ibu sendiri. "Adakalanya justru ibu yang memulai kehamilan di usia ini, jauh lebih mantap. Sebab, biasanya telah mempersiapkan segalanya dengan matang sejak memulai pernikahan," terang Gatot. Sebaliknya, ibu yang tak siap mental, lebih disebabkan ia merasa tak percaya diri menghadapi kehamilannya. "Ia merasa sudah tua sehingga menganggap dirinya tak mampu."

BERISIKO TINGGI

Dalam ilmu kedokteran, terang Gatot, usia reproduksi sehat untuk hamil antara 25-30 tahun. Sehingga, dari segi kesehatan reproduksi, sebetulnya risiko pertama dari usia ini adalah tak dapat hamil karena telah berkurangnya kesuburan. Jadi, bila si wanita usianya telah melewati usia reproduksi sehat untuk hamil ternyata kemudian hamil, berarti risiko itu telah terlewati.

Hanya saja, seperti diakui Gatot, usia ini memang tergolong berisiko tinggi dalam kehamilan. Yakni, melahirkan bayi dengan sindroma *down*, yang berciri khas berbagai tingkat keterbelakangan mental, ciri wajah tertentu, berkurangnya tonus otot, dan sebagainya. "Risiko ini akan meningkat sesuai dengan usia ibu, yakni 6-8 per mil untuk usia 35 sampai 39 tahun dan 10-15 per mil untuk usia di atas 40 tahun," jelas Gatot.

Kelainan kromoson dan lainnya yang diperkirakan karena sel telur sudah berusia lanjut, terkena radiasi, terpengaruh obat-obatan, infeksi, dan sebagainya, diduga merupakan penyebab sindroma down.

Untuk mencermati adanya sindroma ini, dapat dilakukan pemeriksaan amniosentesis. Pada pemeriksaan ini cairan ketuban diambil melalui alat semacam jarum yang dimasukkan melalui perut ibu. Bisa juga dilakukan dengan cara kordosentesis. "Bedanya, jika amniosentesis mengambil cairan ketuban, pada kordosentesis diambil sampel darah janin dari tali pusat," jelas Gatot.

Pemeriksaan itu sendiri bisa dilakukan setelah kehamilan memasuki usia 16-20 minggu. Jika ditemukan kelainan, dokter akan menyerahkan keputusan pada pasangan suami-istri. Apakah akan meneruskan kehamilan atau menggugurkannya. "Pemeriksaan ini jarang dilakukan mengingat biayanya yang masih cukup tinggi," ujar Gatot. Umumnya ibu memasrahkan segalanya pada Yang Kuasa.

Kecuali melahirkan bayi dengan sindroma down, makin tinggi usia ibu main tinggi pula risiko untuk melahirkan. Hal ini dapat berisiko bagi kesehatan ibu sendiri. Bahkan, risiko kematian pun meningkat.

Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil usia ini, seperti perdarahan *postpartum* (sesudah melahirkan), hipertensi, dan eklampsia.

PERAWATAN TERBAIK

Kendati demikian, pada dasarnya menjalani kehamilan pada usia di atas 35 tahun, tak berbeda dengan usia lain. Yang terpenting dan pertama ialah kesiapan ibu menjalani kehamilan itu. Nah, dengan perawatan pralahir yang baik, maka ibu hamil berisiko pun bisa mengurangi risiko tersebut.

Apa saja perawatan pralahir itu? "Salah satunya tentu dengan pemeriksaan rutin oleh dokter atau bidan," ujar Gatot. Dengan demikian, jika ada gangguan atau kelainan akan bisa segera diketahui dan ditangani. Bahkan, menjelang kehamilan, calon ibu harus menyiapkan diri dengan pemeriksaan untuk berbagai infeksi, seperti TORCH (toksoplasmosis, rubella, citomegalovirus, dan sebagainya).

Juga amat perlu senantiasa menjaga menu makanan. "Ibu harus melakukan diet yang baik. Artinya, mengkonsumi makanan cukup gizi. Bukan cuma untuk si ibu, tapi juga demi si janin." Dengan menjalani diet, lanjut Gatot, si ibu sekaligus bisa mencapai berat badan ideal (tak lebih dan tak kurang) sehingga ibu bisa terhindar dari berbagai komplikasi seperti sakit gula, tekanan darah tinggi, varises, wasir, berat lahir bayi yang rendah, atau kesulitan persalinan karena ukuran bayi yang terlalu besar.

Selain itu, bergaya pola hidup sehat seperti menjauhi rokok, alkohol, dan obat-obatan yang tak perlu, juga akan sangat membantu. Dengan demikian risiko calon ibu menjadi berkurang dan si ibu pun bisa menjalani kehamilan serta persalinan dengan lancar. Jadi, tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.

*Menghadapi Kehamilan Beresiko Tinggi*

**

Kehamilan adalah proses normal untuk dialami, bukan penyakit yang harus diobati. Tapi jika kehamilan Anda berisiko tinggi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pasangan suami-istri di mana istri menghadapi kehamilan dengan risiko tinggi.

** Rasa Cemas*

Anda berdua mungkin akan dipenuhi rasa cemas setelah mengetahui risiko yang mungkin dialami. Yang lebih parah, Anda berdua mungkin tak berharap terlalu banyak terhadap kondisi janin.

Tapi Anda berdua tak boleh larut dalam kecemasan. Apalagi kehamilan yang disertai kecemasan sangat tak baik pengaruhnya bagi si ibu maupun janin.

** Marah*

Kemarahan juga kerap melanda wanita yang menjalani kehamilan berisiko. Misalnya ketika harus bed rest, ia merasa dibelenggu oleh aturan yang tak biasanya karena sebelumnya ia termasuk tipe wanita enerjik. Jadi, aturan itu terasa begitu menyiksanya.

Tak perlu berkecil hati. Jalani saja dengan santai. Ingat, semua itu demi Anda dan janin di kandungan.

** Merasa Tertekan*

Karena banyak anjuran dan larangan, si ibu akan terus-menerus mengingatnya. Ia takut untuk berbuat sesuatu di luar itu. Sehingga tiap kali akan berbuat sesuatu, selalu dimulai dengan pertanyaan, "Bolehkah saya melakukan ini? Apakah ini tak akan bertambah membahayakan bayi saya?"

Menghilangkan sama sekali rasa tertekan itu memang agak mustahil. Berbagilah dengan pasangan, agar perasaan itu sedikit berkurang.

** Merasa Bersalah*

Di sisi lain, wanita dengan kehamilan berisiko tinggi juga bisa merasa bersalah, karena ia tak bisa menjalani kehamilan seperti kebanyakan wanita lain. Misalnya, dokter banyak memberi obat-obatan, larangan, dan anjuran.

Ia merasa, dirinyalah yang menyebabkan semua itu. Padahal, tentu saja bukan. Pasangannya pun akan diliputi rasa bersalah, karena ia menganggap dirinya yang menyebabkan istrinya "menderita". Padahal, kenyataannya tidaklah demikian.

** Menganggap Diri Kurang*

Seorang wanita yang tak memiliki kehamilan "normal" juga bisa menganggap dirinya tak mampu atau kurang. Harus diingat, ada banyak hal yang di luar kekuatan dan kemampuan kita. Tapi, percayalah, jika kita menjalaninya dengan ikhlas, segalanya akan berjalan lancar.

*Pengalaman Berharga*

**

Lily, seorang karyawati bank swasta hamil untuk pertama kalinya ketika usianya sudah memasuki 38 tahun. "Saya memang menikah di usia yang sudah enggak muda lagi, 36 tahun," akunya. Karena itu, Lily dan suaminya sudah tahu bahwa mereka tergolong pasangan yang "terlambat" untuk hamil.

"Tapi sebelum hamil, saya berkonsultasi dulu dengan dokter," tutur Lily. Ia pun melakukan pemeriksaan cukup lengkap, termasuk TORCH. "Saya ingin menjalani kehamilan dengan tenang. Apalagi saya sudah tahu bahwa kehamilan saya berisiko karena usia saya," lanjutnya. Bahkan, ia mengaku sampai melakukan pemeriksaan rutin ke dokter tiap dua minggu sekali. "Sebetulnya, sih, dokter enggak meminta demikian. Saya sendiri yang menginginkannya, agar bisa lebih yakin," terangnya.

Dalam menjalani kehamilannya, Lily merasa tak berbeda seperti wanita lain yang kehamilannya tak berisiko. Misalnya, pada trimester pertama, ia mengalami mual-mual hebat, yang lalu menghilang di trimester kedua. "Cuma, saya sering kesemutan," katanya.

Kendati demikian, ia tak mengurangi kegiatannya. Ia tetap bekerja seperti biasa. Ia pun sangat menjaga mutu makanannya. Hanya makanan terbaik buat janin di rahimnya yang boleh masuk ke mulutnya. "Sampai-sampai saya diledekin teman-teman, tapi saya enggak peduli. Pokoknya, yang boleh masuk ke mulut saya hanyalah makanan sehat penuh gizi. Bahkan, saya sama sekali tidak makan makanan instan," tuturnya.

Ketika kehamilannya mencapai usia 17 minggu, dokter menyarankannya untuk menjalani tes amniosentesis. "Saya berdiskusi cukup lama tentang hal itu. Saya menimbang baik buruknya. Saya pun berdoa memohon petunjuk," katanya. Akhirnya, ia bersama suami memutuskan untuk meneruskan kehamilan tanpa menjalani tes itu. "Saya pasrah pada Yang Kuasa. Saya yakin kehamilan ini yang terbaik buat saya," katanya lagi.

Hasilnya, memang sesuai harapan. Lily melahirkan normal, seorang bayi laki-laki yang sehat dengan berat 3,45 kg dan panjang 51 cm. "Cukup satu saja. Usia saya sekarang sudah di atas 40," katanya, mantap.
lihat artikel selengkapnya - Hamil di Usia Tua

TIDAK MENEMUKAN YANG DICARI GUNAKAN KOTAK PENCARIAN: