KOTAK PENCARIAN:

ANDA INGIN MENYIMPAN BLOG INI SILAHKAN KLIK +1
Tampilkan postingan dengan label Protap-SOP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Protap-SOP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 April 2011

TEKNIK MEMBALUT LUKA

TEKNIK MEMBALUT LUKA

A.Jenis Pembalut/Perban

1.Perban segi tiga (Mitella)

2.Perban pita (Zwachtel)

3.Plester


B.Tujuan Membalut/Perban

1.Menutupi bagian yang cedera dari udara, cahaya, debu dan kuman.

2.Menopang yang cedera

3.Menahan dalam suatu sikap tertentu

4.Menekan

5.Menarik


C.Bahan Untuk Perban

Bahan yang diperlukan untuk membalut, antara lain salep, bubuk luka, plester, bahan penyerap (kasa atau kapas), kertas tissue, bahan tidak mudah menyerap (kertas khusus, kain taf, sutera), bahan elastis (spons, kapas).


D.Jenis – jenis Pembalutan

1.Perban segi tiga (Mitella)

Perban segi tiga dibuat dari kain belacu atau kain muslin, perbannya dibuat segitiga sama kaki yang puncaknya bersudut 900 . Panjang dasar segitiga kira-kira 125 cm dan kedua kakinya masing-masing 90 cm. Buatlah terlebih dahulu kain segi empat dengan sisi 90 cm lalu lipat dua atau digunting pada garis diagnonalnya.

2.Balut segi tiga untuk kepala

Untuk luka kepala dapat dipakai perban segi tiga. Dasar segi tiga dilipat selebar 5 cm 2 kali. Letakkan bagian tengah lipatan itu diatas dahi. Bagian yang mengandung lipatan diletakkan sebelah luar. Ujung puncak segi tiga ditarik ke belakang kepala sehingga puncak kepala tertutup kain segi tiga. Kedua ujung lipatan tadi dililitkan ke belakang kepala lalu kembali ke dahi dan dibuat simpul di dahi.

3.Balut segi tiga untuk bahu

Guntingan ujung puncak segitiga tegak lurus pada dasar sepanjang 25 cm. Kedua ujung yang baru dibuat dililitkan secara longgar ke leher, lalu diikat ke belakang. Dasar segi tiga ditarik sehingga bagian bahu yang cedera tertutup. Lalu kedua ujung dasar segi tiga dililitkan ke lengan dan diikat.

4.Balut segi tiga untuk dada

Gunting puncak segitiga tegak lurus pada dasarnya sepanjang 25 cm. Ikatlah kedua ujung puncak itu secara longgar dibelakang leher, sehingga dasar segi tiga berada di depan dada. Lipatlah dasar segi tiga beberapa kali sesuai dengan kebutuhan lalu ujung dasar tadi diikat di punggung.

5.Balut segi tiga untuk pantat

Gunting puncak segi tiga tegak lurus pada dasar sepanjang 25 cm. Ikatlah kedua ujung puncak itu melingkari paha yang cedera. Buatlah beberapa lipatan pada dasar segi tiga, lalu kedua ujungnya diikatkan melingkar di pinggang.


6.Balut segi tiga untuk tangan

Bila seluruh telapak tangan akan dibalut, dapat dipakai perban segi tiga. Letakkan dasar segitiga pada telapak tangan. Ujung puncak segitiga di lilitkan ke punggung tangan, sehingga seluruh jari – jari tertutup, lalu kedua ujung dasar segi tiga dililitkan beberapa kali pada pergelangan tangan dan diikat. Bila segi tiga terlalu besar, buatlah beberapa lipatan pada dasar segi tiga.


E.Cara Membuka Pembalut/Perban

Buka simpul perban, bila sulit, gunting saja. Tangan kanan memegang ujung perban. Bukalah gulungan dengan memindahkan perban itu ke kiri, lalu kembali lagi ke kanan dan ke kiri lagi. Begitu seterusnya sampai seluruh pembalut terlepas. Untuk membuka perban kotor pergunakan 2 buah pinset. Bila perban itu telah kotor atau tidak ingin dipakai lagi, lebih baik digunting dengan memakai gunting perban. Dengan demikian, perban lebih cepat terlepas.


F.Jenis – Jenis Perban Menurut Bahannya

1.Perban kasa :D ibuat dari benang yang dianyam jarang – jarang, sering dipakai untuk membalut pada anggota badan.

2.Perban planel :Kain berbulu dipakai sebagai perban penekan pada pertolongan pertama.

3.Perban kambrik:Terbuat dari benang kasar pemakaian-nya sama dengan kasa.

4.Perban trikot :Sering dipakai untuk membuat perban ransel.

5.Perban katun dan linen:Dipakai dalam keadaan darurat, sebagai pembalut, penekan dan penarik

6.Perban elastis:Dipakai untuk balutan penekan pada keseleo atau salah urat (luksasio dan sprain) atau untuk membalut anggota gerak yang telah diamputasi.

7.Perban cepat:Dipakai untuk pertolongan pertama pada kecelakaan, dalam peperangan pada luka tembak atau patah terbuka.

8.Perban gips


G.Cara – cara Membalut


1.Cara – cara khusus membalut perban kepala

a.Verban kepala fasela galenika

Cara memakainya adalah sebagai berikut :

Letakkan kain persegi itu diatas kepala dengan kedua ujung mengarah ke masing – masing telinga.

Ikatkanlah dengan peniti atau plester pita tengah dibawah dagu. Pita depan diikat ke belakang kepala, sedangkan pita belakang diikat ke dahi.

b.Perban pita untuk membalut kepala dengan cara mempersatukan (Fascia Union).

Perban yang dipakai dapat yang berkepala satu maupun yang berkepala dua. Dipakai untuk luka disamping kepala. Cara fascia union ini sangat merosot sehingga sekarang tidak dipakai lagi.


c.Perban kepala cara Fascia sagitalis

Perban kepala cara sagitalis memakai pembalut berkepala tiga atau disebut juga perban T. Perban ini dipakai untuk luka di kepala.

Mula – mula perban berkepala dua diletakkan pada dahi, lalu kedua ujung dililitkan ke belakang kepala. Ujung tengah perban juga diletakkan ke belakang. Setelah dihimpit dengan kedua ujung perban yang datang dari samping, kembalikan lagi ujung perban tengah ke depan. Demikian pula kedua ujung samping dililitkan kembali ke depan kepala sehingga mengimpit lagi ujung perban tengah. Demikianlah seterusnya sampai semua perban terpakai.

d.Perban kepala dengan cara pita silang (Fascia nodosa)

Dengan memakai perban berkepala dua. Bila kedua ujung perban telah sampai diatas salah satu telinga silangkanlah kedua perban itu lalu masing – masing ujung membalut dahi dan belakang kepala. Setelah kedua ujung sampai diatas telinga yang lain, dibuat pula silang, diatur menuju ke bawah dagu, bertemu kembali di atas telinga pertama, dan seterusnya.

e.Perban penutup kepala (Fascia kapitalis atau mitra hippokrates)

Sebaiknya dilakukan oleh dua orang. Dipakai sebagai perban penutup atau pelindung luka kepala yang luas.

Satu orang berulang – ulang melingkarkan perban. Mulai dari dahi terus ke belakang sambil menghimpit perban kedua yang diletakkan berulang – ulang di atas kepala oleh orang kedua dari arah depan kepala ke belakang kepala. Balutan digeser sedikit demi sedikit ke kiri dan ke kanan.


2.Cara – cara membalut mata

a.Membalut satu mata (Monokulus)

Dipakai untuk menutupi atau menekan luka pada mata dan sekitarnya. Buatlah lingkaran perban di sekitar dahi dan belakang kepala beberapa kali. Lalu secara berangsur-angsur dililitkan sedikit demi sedikit ke mata yang cedera dan belakang kepala, sehingga seluruh mata tertutup.

Usahakan agar lapisan perban terbawah tidak menutup mata yang sehat

b.Membalut kedua mata (Binoukulus)

Cara ini dipakai untuk menutupi atau menekan mata, misalnya pada operasi katarak. Caranya : Mulailah seperti membalut satu mata. Setelah melingkarkan lapisan perban terakhir disekitar depan dan belakang kepala, teruskan dengan melingkari mata yang lain dengan cara yang sama, tetapi dengan arah sebaliknya. Ujung perban terakhir dilekatkan dengan sepotong plester.


3.Perban telinga cara koroner

Balutlah perban melingkar dahi dan belakang kepala beberapa kali, lalu berangsur – angsur diarahkan ke arah telinga yang sakit. Lakukan balutan perban itu terus sampai seluruh telinga tertutup. Usahakan lapisan perban terakhir berada di lingkaran dahi lalu dilekatkan dengan plester.


4.Perban pada anggota gerak badan berbentuk bulat panjang

Untuk melakukan perban pada leher, lengan atas dan paha dapat dibalut dengan 2 cara yaitu :

a.Membalut biasa (Dolobra currens)

b.Membalut pucuk rebung (Dolobra reversa)

Setiap kali membalut harus diperhatikan agar :

a.Perban saling menutupi lapis demi lapis.

b.Gulungan perban tidak boleh bergeser, walaupun saling bekerja.

c.Lilitkan perban harus cukup kencang.


5.Membalut persendian

Untuk membalut persendian dipakai :

a.Cara balut silang (Spica)

b.Cara balut penyu (testudo)

Ad. 1 Cara balut silang pergelangan tangan

Mulailah dengan melilitkan perban beberapa kali pada pergelangan tangan, lalu arahkan perban ke distal melilit punggung tangan dan telapak tangan. Masukkan lilitan diantara ibu jari dan jari telunjuk, miring pada punggung tangan menuju pergelangan tangan. Lilitkan satu kali lalu ulangi pekerjaan itu sambil menggeser perban sedikit demi sedikit sehingga seluruh pergelangan tangan terbalut.

Ad. 2 Membalut sendi siku cara penyu keluar (Testudo cubiti Reversa)

1.)Bengkokkan sedikit siku yang akan dibalut.

2.)Balutkan perban beberapa kali pada pertengahan siku.

3.)Arahkan lilitan perban bergantian ke proksimal dan ke distal.

4.)Lanjutkan lilitan perban ke lengan atas dan ke lengan bawah berulang – ulang sampai seluruh sendi siku terbalut.

5.)Ujung lilitan perban terakhir dilekatkan dengan plester.


6.Cara-cara Membalut kaki (Membalut seluruh kaki)

a.Misalkan kaki kiri ingin dibalut, mulailah perban dari bagian punggung kaki menuju ke ujung jari – jari lalu ke telapak kaki. Peganglah dengan tangan kiri ujung perban yang ada di punggung. Dengan tangan kanan lilitkan perban untuk menutup jari – jari kaki dengan cara tadi. Bergantian ke lateral dan medial. Geserlah sedikit demi sedikit ke arah tengah jari – jari sehingga seluruh jari terbalut. Di telapak kaki, arah balutan melintang, sedangkan telapak kaki arahnya miring.

b.Kemudian lilitkan perban melintang punggung dan telapak kaki sehingga ujung – ujung perban tadi terhimpit. Buatlah lilitan perban sebanyak 3 lilitan sambil menggeser ke arah pergelangan kaki.

c.Sewaktu lilitan ke empat berada di punggung kaki, perban diarahkan di telapak kaki sekitar tumit. Kemudian dililitkan ke pergelangan kaki, terus ke punggung kaki lagi.

d.Ulangi lagi balutan seperti tadi beberapa kali, sampai seluruh kaki terbalut. Akhiri balutan pada pergelangan kaki.


H.Gips dan Pemasangannya.

Cara membuat gips spalk (Bidai gips)

Bila terjadi patah proximal, maka panjang gips spalk adalah dari pangkal jari sampai ke lengan atas kira – kira 2 jari dibawah lipatan ketiak.

Lengan harus ditekuk sampai 90 0 dengan telapak tangan agak diputar ke dalam (supinasi). Pergelangan tangan lurus dengan tulang lengan bawah.

Pada patah tulang tungkai bawah (Fraktur tibia dan fibula), gips spalk dan sirkuler harus dipasang mulai ujung jari sampai 2 – 3 cm dibawah sendi paha. Posisi kaki dan tungkai bawah dibuat sudut 900 sedangkan lutut agak ditekuk membuat sudut kira – kira 1700.

Pada patah tulang kaki dan tumit gips sirkuler dipasang mulai dari ujung jari sampai kira – kira 2 – 3 cm dibawah sendi lutut saja. Setelah diketahui panjangnya ukuran spalk, bukalah gulungan gips perban dan letakkan dimeja sepanjang ukuran yang diinginkan. Untuk anggota gerak atas, cukup dibuat 6 lapis, sedangkan untuk tungkai dibuat 8 – 10 lapis.

Setelah lapisan gips spalk selesai dibuat, basahkan lalu letakkan ke anggota gerak yang akan di gips. Sebelum di gips anggota gerak harus di reposisi dengan kain trikot atau kapas berlemak.

Setelah dipasang gips spalk, dibalut dengan perban kasa.

Gips sirkuler

Bila melakukan balutan secara gips sirkuler, setelah tulang yang patah direposisi, dilapisi dengan kapas berlemaj dan dipasang gips spalk langsung dibalut dengan perban gips dengan cara balut biasa. Gips yang telah dibalut itu diratakan dengan kedua telapak tangan agar perban gips melekat betul. Jari – jari tangan dan kaki bila tidak patah jangan di gips.

Bila dilakukan reposisi sanguinea, maka luka operasi ditutup dahulu dengan kasa steril yang telah dioles dengan antiseptik. Kemudian dipasang gips sirkuler. Luka operasi dibiarkan tertutup dengan gips, jahitan baru dilepas setelah gips dibuka.

Biasanya gips baru dibuka setelah terjadi kalus, untuk lengan memerlukan waktu 4 – 6 minggu, sedangkan untuk tungkai memerlukan 6 – 10 minggu. Makin muda usia seseorang, makin cepat sembuhnya.


Sumber :


E. Oswari. Bedah dan Perawatannya

lihat artikel selengkapnya - TEKNIK MEMBALUT LUKA

Rabu, 20 April 2011

NEBULIZER THERAPY

Sinonim

1. Neb

2. Updraft

3. SVN (small-volume nebulizer)

4. Acorn neb

Indikasi Nebulizer Therapy

Utk memberikan medikasi secara langsung pada saluran napas utk mengobati, berikut ini:

1. Bronchospasme akut

2. Produksi mukus yang berlebihan

3. Batuk dan sesak napas

4. Epiglotitis

Keuntungan Nebulizer Therapy

1. Medikasi dapat diberikan langsung pada tempat/sasaran aksinya (spt paru) oleh karena itu dosis yang diberikan rendah.

2. Dosis yg rendah dapat menurunkan absorpsi sistemik dan efek samping sistemik.

3. Pengiriman obat melalui nebulizer ke paru sangat cepat, sehingga aksinya lebih cepat dari pada rute lainnya seperti subkutan atau oral.

4. Udara yang dihirup melalui nebulizer telah lembab, yang dapat membantu mengeluarkan sekresi bronchus

Perhatian dan Kontraindikasi

1. Pasien yg tidak sadar atau confusion tidak kooperatif dengan prosedur ini, membutuhkan pemakaian mask/sungkup; tetapi mask efektivitasnya berkurang secara signifikan.

2. Medikasi nebulizer kontraindikasi pada keadaan dimana suara napas tidak ada atau berkurang, kecuali jika medikasi nebulizer diberikan melalui endotracheal tube yang meggunakan tekanan positif. Pasien dengan penurunan pertukaran gas juga tidak dapat menggerakan/memasukan medikasi secara adekuat ke dalam saluran napas.

3. Pemakaian katekolamin pada pasien dengan cardiac iritability harus dengan perhatian. Ketika diinhalasi, katekolamin dapat meningkatkan cardiac rate dan dapat menimbulkan disritmia.

4. Medikasi nebulizer tidak dapat diberikan terlalu lama melalui intermittent positive-pressure breathing (IPPB), sebab IPPB mengiritasi dan meningkatkan bronchospasme.

Peralatan

1. Nebulizer dan tube penghubung (connecting tube).

2. Tube berkerut, pendek

3. Cannula oksigen

4. Sumber kompresi gas (oksigen atau udara) atau kompresor udara.

5. Medikasi/obat yang akan diberikan melalui nebulizer (Lihat Tabel)

Tabel medikasi nebulizer

Nama Generik

Tipe Obat

Nama Dagang

Persiapan Pasien

1. Tempatkan pasien pada posisi tegak (40-90°), yg memungkinkan klien ventilasi dalam dan pergerakan diafragma maksimal.

2. Kaji suara napas, pulse rate, status respirasi, saturasi oksigen sebelum medikasi diberikan.

3. Kaji heart rate selama pengobatan. Jika heart rate meningkat 20 kali permenit, hentikan terapi nebulizer. Pada pasien hamil, heart rate fetus harus dikaji

4. Instruksikan pasien utk mengikuti prosedur dengan benar. Lakukan perlahan, napas dalam dan tahan napas saat inspirasi puncak beberapa saat

Tahapan Prosedur

1. Berikan oksigen suplemen, dg flow rate disesuaikan menurut kondisi/keadaan pasien, pulse oximetry, atau hasil gas darah arteri. Inhalasi katekolamin dapat mengubah rasio ventilasi-perfusi paru dan memperburuk hipoksemia untuk periode singkat (Anderson, 1989 dalam Proehl, 1999).

2. Pasang nebulizer dan tube, dan masukan obat ke dalam nebulizer sesuai program.

3. Tambahkan sejumlah normal saline steril ke nebulizer sesuai program.

4. Hubungkan nebulizer ke sumber kompresi gas. Berikan oksigen 6-8 L/menit. Sesuaikan flow rate oksigen sampai kabut yang keluar sedikit/tipis. Jika terlalu kuat arusnya obat dapat terbuang sia-sia.

5. Pandu pasien untuk mengikuti tehnik bernapas yang benar

6. Lanjutkan pengobatan sampai kabut tidak lagi diproduksi

7. Kaji ulang suara napas, pulse rate, saturasi oksigen, dan respiratory rate.

8. Pemberian mungkin membutuhkan waktu selama 30-40 menit (Jhonson, 1990 dalam Proehl, 1999)

Komplikasi (umumnya karena efek samping obat), berupa:

1. Nausea

2. Vomiting

3. Tremor

4. Bronchospasme

5. Tachicardia

Daftar Pustaka

Proehl. (1999). Emergency nursing procedures. (2nd ed.). Philadelphia: W.B. Saunder Co.

Further Reading:

Anderson. (1989). The pharmacology of intervention for respiratory emergencies. Emergency care quarterly.

Jhonson. (1990). Principles of nebulizer-delivered drug therapy for asthma. American journal of hospital pharmacy.

lihat artikel selengkapnya - NEBULIZER THERAPY

PERAWATAN PASIEN LUKA BAKAR

Mengganti Balutan Pada Pasien Luka Bakar

URAIAN UMUM

Menukar balutan/penutup luka yang sudah kotor atau yang lama dengan penutup/pembalutan luka yang baru

Gunanya untuk

- Mencegah terjadinya infeksi

- Mencegah masuknya kuman dan kotoran kedalam luka

- Mencegah infeksi silang

- Memberi rasa nyaman dan aman pada pasien

Operasional dilakukan pada :

Pasien Combustie ( luka bakar )

PERSIAPAN

Persiapan Alat

a. Alat Seteril

- 1 Pinset anatomi

- 2 pinset chirurgis

- 2 klem arteri

- 1 gunting lurus

- 2 kapas lidi

- 10-15 lembar kassa seteril

- 5 buah deppers

- mangkok seteril

- 1 tong sampak

a. Alat Tidak Seteril

- Gunting pembalut

- Plester kecil

- Botol berisi bensin cuci

- Mercurohroom

- Bengkok

- NaCl 1 ml, 500 cc

- Zalf Dermazia

- Kantong Plastik

- Obat-obatan desinfektan ( Savlon, bethadine, dll )

Persiapan Pasien

Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan

PELAKSANAAN

1. Perawat cuci tangan

2. Balutan lama dibuka dan dibuang pada tempatnya

3. Bekas plester dibersihkan dengan kapas bensin

4. Luka dibersihkan dengan cairan NaCl ka satu arah dengan menggunakan deppers

5. Deppers kotor dibuang pada tempatnya

6. Pinset yang sudah dipakai disimpan pada bengkok yang bersisi desinfektan

7. Kemudian luka diobati dengan mercurohroom, setelah itu luka diberi zalf Dermazim dengan menggunakan tongspatel

8. Luka ditutup dengan kasa seteril secukupnya

9. Luka dibalut/diplester dengan rapih

10. Setelah selesai pasien dirapihkan dan alat-alat dibereskan ketempat semula

11. Perawat cuci tangan

EVALUASI

Mencatat hasil tindakan dan respon pasien pada dokumen keperawatan

http://askep-askeb.cz.cc/

lihat artikel selengkapnya - PERAWATAN PASIEN LUKA BAKAR

TATA CARA PENGANGKATAN JAHITAN PADA LUKA

URAIAN UMUM

Mengangkat atau membuka benang jahitan pada luka yang dijahit

Gunanya untuk menjegah timbulnya infeksi dan tertinggalnya benang

Operasional dilakukan pada :

- Luka operasi yang sudah waktunya diangkat jahitannya

- Luka pasca bedah yang sudah sembuh

- Luka infeksi oleh karena jahitan

PERSIAPAN

Persiapan Klien

- Cek perencanaan Keperawatan klien

- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan

Persiapan Alat

- Set angkat jahitan seteril

- Kapas bulat / lidi kapas

- Bengkok

- Gunting dan plester

- Alkohol 70 % / wash bensin

- Kantong balutan kotor

- Kassa / tufer dalam tromol

- Bethadine 10 %

A. PELAKSANAAN

- Perawat cuci tangan

- Memasang sampiran disekeliling tempat tidur

- Atur posisi klien sesuai kebutuhan

- Meletakan set angkat jahitan didekat klien atau didaerah yang mudah dijangkau

- Membuka set angkat jahitan seteril

- Membuka balutan dengan hati-hati dan balutan dimasukan kedalam kantong balutan kotor, bekas-bekas plester dibersihkan dengan kapas bensin

- Mendisinfeksi sekitar luka operasi dengan kapas alkohol 70 % dan mengolesi luka operasi dengan bethadine 10 %

- Melepaskan jahitan satu persatu selang seling, dengan cara :

· Menjepit simpul jahitan dengan pinset anatomis dan ditarik sedikit keatas kemudian menggunting benang dibawah simpul yang berdekatan dengan kulit atau pada sisi yang lain yang tidak simpul

- Mengolesi luka dan sekitarnya dengan bethadine

- Menutup luka dengan kassa kering dan diplester

- Merapihkan klien dan alat – alat dibereskan

- Perawat cuci tangan

- Perhatikan dan catat reaksi klien setelah melakukan tindakan

EVALUASI

- Perhatikan respon klien dan hasil tindakan

DOKUMENTASI

- Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, respon klien, hasil tindakan, Kondisi luka, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan


http://askep-askeb.cz.cc/

lihat artikel selengkapnya - TATA CARA PENGANGKATAN JAHITAN PADA LUKA

Pemberian Oksigen Melalui Nasal Kanul

URAIAN UMUM

Suatu kegiatan untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh pada pasien yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan oksigen

PERSIAPAN

Persiapan Klien

- Cek perencanaan Keperawatan klien

- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan

Persiapan Alat

- Tabung / central oksigen yang sudah dilengkapi dengan socket dan manometer / flowmeter

- Humedifier yang sudah di isi dengan aquadest sampai pembatas yang sudah ditentukan

- Nasal kanul

PELAKSANAAN

- Perawat cuci tangan

- Atur posisi yang nyaman

- Periksa manometer central O 2 / tabung O 2, humedifier dan flowmeter

- Hubungkan kanul dengan O 2 / alirkan O 2 yang rendah

- Masukan kedua ujung kanul ke dalam lubang hidung

- Mengatur aliran O 2 yang sesuai dengan terapi

- Membersihkan nasal kanul setiap 8 jam sekali

- Perawat cuci tangan

- Perhatikan dan catat reaksi klien setelah melakukan tindakan

EVALUASI

- Perhatikan respon klien dan hasil tindakan

DOKUMENTASI

Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, respon klien, hasil tindakan, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

lihat artikel selengkapnya - Pemberian Oksigen Melalui Nasal Kanul

Memberikan Obat Melalui Oral

Memberikan Obat Melalui Oral

Tinjauan Umum

Menyiapkan dan memberikan obat untuk pasien sadar melalui mulut dan dilanjutkan untuk ditelan

PERSIAPAN

Persiapan Klien

- Cek perencanaan Keperawatan klien

- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan

Persiapan Alat

- Obat yang sudah ditentukan

- Gelas dan daftar obat

PELAKSANAAN

- Perawat cuci tangan

- Mengambil daftar obat dan obat kemudian diteliti kembali, smambil membuka pembungkus obat

- Menuangkan obat cair kedalam gelas obat, jaga kebersihan etiket obat

- Membawa obat da daftar obat ke klien sambil mencocokan nama pada tempat tidur dengan nama pada daftar obat

- Memberi obat satu persatu ke klien sambil menunggu sampai klien selesai minum

- Perawat cuci tangan

- Catat tindakan yang telah dilakukan

EVALUASI

- Perhatikan respon klien dan hasil tindakan

DOKUMENTASI

Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, respon klien, hasil tindakan,nama obat dan dosis, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

lihat artikel selengkapnya - Memberikan Obat Melalui Oral

Melakukan Injeksi Intravena

Melakukan Injeksi Intravena

Suatu kegiatan pelayanan perawatan dalam memberikan obat suntikan pada pasien melalui intravena

A. PERSIAPAN

I. Persiapan Klien

- Cek perencanaan Keperawatan klien ( dosis, nama klien, obat, waktu pelaksanaan, tempat injeksi )

- Kaji riwayat alergi dan siapkan klien

- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan

II. Persiapan Alat

- Spuit seteril dengan obat injeksi pada tempatnya yang sudah disiapkan

- Kapas alkohol 70 %

- Alat tulis

- Bengkok

- Kartu obat dan etiket

- Sarung tangan kalau perlu

B. PELAKSANAAN

- Perawat cuci tangan

- Mengidentifikasi klien, mengkaji rowayat alergi klien dan menyiapkan klien

- Memberitahu tindakan yang akan dilakukan dan pasang sampiran

- Jika perlu menggunakan sarung tangan

- Bersihkan / desinfeksi lokasi injeksi dengan alkohol dengan tekhnik sirkuler atau dari atas ke bawah sekali hapus

- Membuang kapas alkohol kedalam bengkok

- Memasukan jarum dengan sudut 90 O

- Lakukan aspirasi

- Memasukan obat secara perlahan – lahan

- Mencabut jarum

- Alat-alat dibereskan dan awasireaksi obat terhadap klien

- Perawat cuci tangan

- Catat tindakan yang dilakukan

C. EVALUASI

- Perhatikan dosisi obat, nama obat, nama klien sesuai dengan order dari dokter dan perhatikian juga respon klien terhadap obat

D. DOKUMENTASI

Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, reaksi / respon klien terhadap obat, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

lihat artikel selengkapnya - Melakukan Injeksi Intravena

Sampel Darah Melalui Vena

Sampel Darah Melalui Vena

TINJAUAN UMUM

Suatu tindakan pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratrium guna menunjang diagnosa pasien dalam mempertimbangkan pengobatan yang tepat

A. PERSIAPAN

I. Persiapan Klien

- Cek perencanaan Keperawatan klien

- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan

II. Persiapan Alat

- Spuit dan jarum steril

- Kapas alkohol 70 %

- Plester dan gunting

- Tabung darah

- Perlak dan torniquet

- Bengkok

B. PELAKSANAAN

- Perawat cuci tangan

- Menentukan lokasi

- Meletakan perlak kecil dibawah tangan yang akan diambil darah

- Melakukan pembendungan / fiksasi

- Menghapus lokasi tusukan / desinfeksi

- Memasukan jarum dengan sudut 5-30 0

- Menghisap darah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan

- Torniquet / pembendung dilepas

- Jarum dicabut dan tekan bekas punksi / tusukan

- Memasukan darah ke dalam tabung darah dan beri etiket / nama

- Membereskan alat-alat dan rapihkan klien

- Perawat cuci tangan

- Perhatikan dan catat reaksi klien setelah melakukan tindakan

C. EVALUASI

- Perhatikan respon klien dan hasil tindakan

D. DOKUMENTASI

catat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, respon klien, hasil tindakan, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

lihat artikel selengkapnya - Sampel Darah Melalui Vena

Mengganti Balutan Pada Pasien Luka Bakar

Mengganti Balutan Pada Pasien Luka Bakar

TINJAUAN UMUM

Menukar balutan/penutup luka yang sudah kotor atau yang lama dengan penutup/pembalutan luka yang baru

Gunanya untuk

- Mencegah terjadinya infeksi

- Mencegah masuknya kuman dan kotoran kedalam luka

- Mencegah infeksi silang

- Memberi rasa nyaman dan aman pada pasien

Operasional dilakukan pada :

Pasien Combustie ( luka bakar )

PERSIAPAN

Persiapan Alat

a. Alat Seteril

- 1 Pinset anatomi

- 2 pinset chirurgis

- 2 klem arteri

- 1 gunting lurus

- 2 kapas lidi

- 10-15 lembar kassa seteril

- 5 buah deppers

- mangkok seteril

- 1 tong sampak

a. Alat Tidak Seteril

- Gunting pembalut

- Plester kecil

- Botol berisi bensin cuci

- Mercurohroom

- Bengkok

- NaCl 1 ml, 500 cc

- Zalf Dermazia

- Kantong Plastik

- Obat-obatan desinfektan ( Savlon, bethadine, dll )

Persiapan Pasien

Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan

PELAKSANAAN

1. Perawat cuci tangan

2. Balutan lama dibuka dan dibuang pada tempatnya

3. Bekas plester dibersihkan dengan kapas bensin

4. Luka dibersihkan dengan cairan NaCl ka satu arah dengan menggunakan deppers

5. Deppers kotor dibuang pada tempatnya

6. Pinset yang sudah dipakai disimpan pada bengkok yang bersisi desinfektan

7. Kemudian luka diobati dengan mercurohroom, setelah itu luka diberi zalf Dermazim dengan menggunakan tongspatel

8. Luka ditutup dengan kasa seteril secukupnya

9. Luka dibalut/diplester dengan rapih

10. Setelah selesai pasien dirapihkan dan alat-alat dibereskan ketempat semula

11. Perawat cuci tangan

EVALUASI

Mencatat hasil tindakan dan respon pasien pada dokumen keperawatan

lihat artikel selengkapnya - Mengganti Balutan Pada Pasien Luka Bakar

Pemberian Oksigen Melalui Nasal Kanul

Pemberian Oksigen Melalui Nasal Kanul

TINJAUAN UMUM

Suatu kegiatan untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh pada pasien yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan oksigen

PERSIAPAN

Persiapan Klien

- Cek perencanaan Keperawatan klien

- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan

Persiapan Alat

- Tabung / central oksigen yang sudah dilengkapi dengan socket dan manometer / flowmeter

- Humedifier yang sudah di isi dengan aquadest sampai pembatas yang sudah ditentukan

- Nasal kanul

PELAKSANAAN

- Perawat cuci tangan

- Atur posisi yang nyaman

- Periksa manometer central O 2 / tabung O 2, humedifier dan flowmeter

- Hubungkan kanul dengan O 2 / alirkan O 2 yang rendah

- Masukan kedua ujung kanul ke dalam lubang hidung

- Mengatur aliran O 2 yang sesuai dengan terapi

- Membersihkan nasal kanul setiap 8 jam sekali

- Perawat cuci tangan

- Perhatikan dan catat reaksi klien setelah melakukan tindakan

EVALUASI

- Perhatikan respon klien dan hasil tindakan

DOKUMENTASI

Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, respon klien, hasil tindakan, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

lihat artikel selengkapnya - Pemberian Oksigen Melalui Nasal Kanul

Selasa, 19 April 2011

Melakukan Injeksi Sub kutan

Melakukan Injeksi Sub kutan

TINJAUAN UMUM

Menyuntikan obat dibawah kulit

A. PERSIAPAN

I. Persiapan Klien

- Cek perencanaan Keperawatan klien ( dosis, nama klien, obat, waktu pelaksanaan, tempat injeksi )

- Kaji riwayat alergi dan siapkan klien

- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan

II. Persiapan Alat

- Spuit seteril dengan obat injeksi pada tempatnya yang sudah disiapkan

- Kapas alkohol 70 %

- Alat tulis

- Bengkok

- Kartu obat dan etiket

- Sarung tangan kalau perlu

B. PELAKSANAAN

- Perawat cuci tangan

- Mengidentifikasi klien, menyiapkan klien dan menjelaskan tentang prosedur yang akan dilakukan dan pasang sampiran

- Jika perlu menggunakan sarung tangan bila ada klien yang menderita penyakit menular

- Bersihkan / desinfeksi lokasi injeksi dengan alkohol dengan tekhnik sirkuler atau dari atas ke bawah sekali hapus

- Membuang kapas alkohol kedalam bengkok

- Memasukan jarum dengan sudut 45-90 O

- Lakukan aspirasi

- Memasukan obat secara perlahan – lahan

- Mencabut jarum

- Alat-alat dibereskan dan lihat reaksi obat terhadap klien

- Perawat cuci tangan

- Catat tindakan yang dilakukan

C. EVALUASI

- Perhatikan dosisi obat, nama obat, nama klien sesuai dengan order dari dokter dan perhatikian juga respon klien terhadap obat

D. DOKUMENTASI

Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, reaksi / respon klien terhadap obat, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

lihat artikel selengkapnya - Melakukan Injeksi Sub kutan

Melakukan Injeksi Intrakutan

Melakukan Injeksi Intrakutan

TINJAUAN UMUM

Memasukan obat kedalam jaringan kulit, intracutan biasa digunakan untuk mengetahui sensitivitas tubuh terhadap obat yang disuntikan

A. PERSIAPAN

I. Persiapan Klien

- Cek perencanaan Keperawatan klien ( dosis, nama klien, obat, waktu pelaksanaan, tempat injeksi )

- Kaji riwayat alergi dan siapkan klien

- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan

II. Persiapan Alat

- Spuit seteril dengan obat injeksi pada tempatnya yang sudah disiapkan

- Kapas alkohol 70 %

- Alat tulis

- Bengkok

- Kartu obat dan etiket

- Sarung tangan kalau perlu

B. PELAKSANAAN

- Perawat cuci tangan

- Mengidentifikasi klien dan menjelaskan tentang prosedur yang akan dilakukan dan pasang sampiran

- Jika perlu menggunakan sarung tangan bila ada klien yang menderita penyakit menular

- Memilih dan menentukan lokasi injeksi

- Bersihkan / desinfeksi lokasi injeksi dengan alkohol dengan tekhnik sirkuler atau dari atas ke bawah sekali hapus

- Membuang kapas alkohol kedalam bengkok

- Menyuntik obat dengan sudut jarum injeksi dengan sudut 5-15 O

- Masukan obat secara perlahan – lahan

- Mencabut jarum dan lingkari batas pinggir gelembung dengan pena

- Tunggu hasil / reaksi dari obat selama + 10 – 15 menit

- Obat-obat dibereskan dan hasil catat hasil tindakan

- Perawat cuci tangan

C. EVALUASI

- Perhatikan dosisi obat, nama obat, nama klien sesuai dengan order dari dokter dan perhatikian juga respon klien terhadap obat

D. DOKUMENTASI

Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, reaksi / respon klien terhadap obat, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

lihat artikel selengkapnya - Melakukan Injeksi Intrakutan

Menyiapkan Injeksi dari Vial / Flacon

Menyiapkan Injeksi dari Vial / Flacon

TINJAUAN UMUM

Suatu kegiatan pelayanan keperawatan menyiapkan injeksi untuk pengobatan / therapi kepada pasien yang sedang dirawat

A. PERSIAPAN

I. Persiapan Klien

- Cek perencanaan Keperawatan klien

- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan

II. Persiapan Alat

- Jarum seteril dan spuit

- Kapas alkohol 70 %

- Alat tulis

- Obat injeksi ( vial / flacon ) sesuai order dokter

- Bengkok

- Kartu obat dan etiket

B. PELAKSANAAN

- Perawat cuci tangan

- Buka tutup dan bersihkan / desinfektan bagian atas botol ( karet ) dengan kapas alkohol

- Buang kapas alkohol ke bengkok

- Menarik udara secukupnya kedalam spuit

- Tusuk jarum tegak lurus ketengah karet penutup

- Mendorong udarah dalam spuit kadalam botol, membalikan vial dan tarik obat seumlah yang diperlukan

- Tarik jarum dengan menarik boto, keluarkan udara yang ada dalam spuit

- Jarum ditutup dan vial /’ flacon dibuang ke bengkok / tempatnya ( jika sudah habis )

- Beri etiket nama pada spuit dan masukan ketampat injeksi

- Perawat cuci tangan

C. EVALUASI

- Perhatikan dosisi obat, nama obat dan nama klien sesuai dengan order dari dokter

D. DOKUMENTASI

Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

lihat artikel selengkapnya - Menyiapkan Injeksi dari Vial / Flacon

Melakukan Skin Test

Melakukan Skin Test

TINJAUAN UMUM

Skin test adalah melakukan test antibiotik melalui sub cutan untuk mengetahui ketahanan terhadap salah satu jenis antibiotik

A. PERSIAPAN

a. Persiapan Alat

i. Spuit 1 cc dan jarum seteril dalam tempatnya

ii. Obat-obatan yang diperlukan

iii. Kapas alkohol dalam tempatnya

iv. Gergaji ampul

v. NaCl 0,9 % /aquadest

vi. Bengkok, ball point/ spidol

b. Persiapan Klien

i. Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan

B. PELAKSANAAN

1. Perawat cuci tangan

2. Menggulung lengan baju pasien bila perlu

3. Mengisi spuit dengan obat yang akan ditest sejumlah 0,1 cc dilarutkan dengan NaCl 0,9 atau aquadest menjadi 1 cc

4. Mendesinfeksi kulit yang akan di suntik dengan menggunakan kapas alkohol kemudian diregangkan dengan tangan kiri perawat

5. Menyuntikan obat sampai permukaan kulit menjadi gembung dengan cara lubang jarum menghadap ke atas dan membuat sudut antara 15 – 30 derajat dengan permukaan kulit

6. Beri tanda pada area suntikan

7. Menilai reaksi obat setelah 10-15 menit dari waktu penyuntikan, hasil (+) bila terdapat tanda kemerahan pada daerah penusukan dengan diameter minimal 1 cm, hasil (-) bila tidak terdapat tanda tersebut diatas

8. Perawat cuci tangan

C. EVALUASI

Mencatat tindakan dan hasil skin test pada dokumen perawatan

lihat artikel selengkapnya - Melakukan Skin Test

Senin, 18 April 2011

PEMASANGAN DAN PENCABUTAN AKDR CT 380A

PEMASANGAN DAN PENCABUTAN AKDR CT 380A

Masalah-masalah yang berkaitan dengan AKDR seperti ekspulsi, infeksi dan perforasi sebagian besar disebabkan karena pemasangan yang kurang tepat. Oleh sebab itu hanya provider terlatih yang diperbolehkan memasang dan mencabut AKDR. Untuk mengurangi masalah-masalah yang timbul setelah pemasangan, maka semua tahap proses pemasangan harus dilakukan dengan baik dan hati-hati, menggunakan upaya pencegahan infeksi yang dianjurkan. Berikut ini dijelaskan tentang tahapan proses pemasangan AKDR.

1. Pelaksanaan Pelayanan

a. Persyaratan khusus ruangan

Sebagian besar klinik yang memberikan pelayanan kesehatan primer dapat memberikan pelayanan AKDR dengan fasilitas yang dimilikinya. Ada beberapa persyaratan khusus untuk ruanagan agar dapat memberikan pelayanan berkualitas, yaitu:

· Tersedianya ruang tunggu yang nyaman

· Tersedianya toilet/kamar kecil bagi klien dan petugas klinik

· Tersedianya ruang untuk konseling, lebih disukai yang tertutup

· Tersedia ruang untuk pemeriksaan umum dan panggul maupun tindakan dengan pencahayaan cukup dan tersedia wastafel

b. Peralatan dan instrument

Pemasangan dan pencabutan AKDR tidak memerlukan ruang operasi besar, tetapi wajib menggunakan peralatan yang disterilisasi atau DTT dan dilakukan di ruangan yang bersih. Bahan-bahan yang diperlukan dibagi dalam tiga kategori, yaitu:

· Alat dan instrument dasar yang biasanya ditemukan di klinik KB

· Alat khusus untuk pemasangan dan pencabutan AKDR

· Bahan dan peralatan untuk pencegahan infeksi

2. Pencegahan infeksi

a. Pemasangan

Untuk mengurangi risiko infeksi pasca pemasangan yang dapat terjadi pada klien, provider harus berupaya untuk menjaga lingkungan yang bebas dari infeksi dengan cara :

· Tidak melakukan pemasangan bagi klien dengan riwayat kesehatan maupun hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya IMS

· Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah tindakan.

· Minta klien untuk membersihkan alat genitalnya sebelum melakukan pemeriksaan panggul.

· Gunakan instrument dan pakai sepasang sarung tangan DTT/steril atau dapat menggunakan sarung tangan disposable.

· Setelah memasukan speculum dan memeriksa serviks, usapkan larutan antiseptic beberapa kali secara merata pada serviks dan vagina sebelum memulai tindakan.

· Masukan AKDR dalam kemasan sterilnya

· Gunakan teknik “tanpa sentuh” pada saat pemasangan AKDR untuk mengurangi kontaminasi kavum uteri.

· Buang bahan-bahan terkontaminsi dengan benar

· Segera lakukan dekontaminasi peralatan dan bahan pakai ulang dalam larutan klorin 0,5% setelah digunakan.

b. Pencabutan

Walaupun jarang dikaitkan dengan infeksi panggul, pencabutan AKDR harus dilaksanakan dengan hati-hati. Untk mengurangi risiko pada provider selama pencabutan, tindakan pencegahan infeksi perlu dilakukan sebagai berikut:

· Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah tindakan.

· Minta klien untuk membersihkan alat genitalnya sebelum melakukan pemeriksaan panggul.

· Gunakan instrument dan pakai sepasang sarung tangan DTT/steril atau dapat menggunakan sarung tangan disposable.

· Usapkan larutan antiseptic beberapa kali secara merata pada serviks dan vagina sebelum memulai tindakan.

· Segera lakukan dekontaminasi peralatan dn bahan pakai ulang dalam larutan klorin 0,5% setelah digunakan.

3. Persiapan

a. Pemasangan

Peralatan dan instrument

Sebelum melakukan tindakan, siapkan peralatan dan instrument yang diperlukan. Bila alat-alat dalam paket yang telah di steril/DTT, jangan membuka paket sebelum pemeriksaan panggul selesai dan keputusan akhir untuk pemasangan dilakukan.

Peralatan dan instrument untuk pemasangan yaitu:

· Bivalve speculum 2 buah

· Tenakulum 1 buah

· Sonde Uterus 1 buah

· Korentang 1 set

· Forsep/Tampon tang 1 buah

· Gunting panjang (siebold) 1 buah

· Kom kecil 1 buag

· Sarung tangan DTT 2 pasang

· IUD Copper T 380 A dalam kemasan steril

· Model

· Kain kassa/kapas

· Larutan antiseptik (mis:povidom iodin)

· Lampu sorot/senter

· Bak berisi larutan klorin 0,5%

· Tempat dan alat cuci tangan

· Tempat sampah

b. Pencabutan

Peralatan dan instrument untuk pemasangan yaitu:

· Korentang 1 set

· Bivalve Spekulum 1 buah

· Ekstraktor AKDR / tampon tang 1 buah

· Kom kecil

· Sarung tangan DTT 1 pasang

· Kain kassa/kapas

· Wadah berisi larutan klorin 0,5%

· Cairan antiseptik (mis:povidon iondin)

· Model

· Lampu sorot/senter

4. Langkah-langkah kerja

· Cara melakukan Loading

No

Langkah Kerja

1

Pastikan batang AKDR seluruhnya berada di dalam tabung inserter.

2

Letakkan kemasan di atas permukaan yang datar, keras dan bersih dengan kertas penutup transparan berada di atas. Buka penutup di bagian yang berlawanan dari tempat AKDR kira-kira ½ jarak dengan leher biru.

3

Angkat kemasan yang sudah dibuka, kedua bagian kertas penutup dilipat ke setiap sisi, masukkan pendorong ke dalam tabung inserter sampai menyentuh ujung batang AKDR.

4

Letakkan kembali kemasan pada tempat datar dengan bagian transparan menghadap ke atas.

5

Pegang dan tahan kedua ujung lengan AKDR dari atas penutup transparan dengan jari telunjuk dan ibu jari tanagan kiri. Tangan kanan mendorong kertas pengukur sehingga lengan AKDR berada di atasnya. Dorong tabung inserter sampai kedua lengan terlipat mendekati tabung inserter.

6

Tahan kedua lengan yang sudah terlipat, tarik tabung inserter melewati kedua ujung lengan AKDR, kemudian dorong dan putar sehingga kedua lengan AKDR masuk ke dalam tabung inserter.

7

Leher biru pada tabung digunakan sebagai tanda kedalaman kavum uteri dan petunjuk arah lengan akan membuka saat dikeluarkan dari tabung inserter.

Pegang leher biru di atas penutup transparan, dorong tabung inserter sampai ujung lengan AKDR yang terlipat dan leher biru jaraknya sama dengan kedalaman kavum uteri. Leher biru dalam posisi horizontal.

8

AKDR siap untuk dipasang pada uterus. Buka seluruh penutup AKDR, pegang tabung inserter dalam posisi horizontal.

· Cara pemasangan AKDR

No

Langkah Kerja

Rasionalisasi

1

· Jelaskan kepada klien apa yang akan dilakukan dan mempersilakan klien mengajukan pertanyaan.

· Sampaikan pada klien kemungkinan sedikit rasa sakit pada beberapa langkah saat pemasangan dan sebelumnya akan diberitahu.

· Pastikan klien telah mengosongkan kandung kemihnya.

Hal ini akan membantu klien tenang dan memudahkan pemasangan serta mengurangi rasa sakit

Hal ini untuk menambah kepercayaan dan percaya diri

Hal ini akan membantu klien tenang dan memudahkan pemeriksaan panggul

2

· Periksa genitalia eksterna

· Lakukan pemeriksaan spekulum

· Lakukan pemeriksaan panggul

Untuk memeriksa adanya ulkus,pembengkakan kel. getah bening.

Untuk memeriksa adanya pembengkakan kel. bartolini & skene.

Untuk memeriksa adanya cairan vagina, servisitis dan pemeriksaan mikroskopis bila diperlukan, menentukan besar,posisi,konsistensi dan mobilitas uterus,serta memeriksa adanya nyeri goyang serviks dan tumor pada adneksa/cavum douglas.

3

Lakukan pemeriksaan mikroskopik bila tersedia dan ada indikasi

Untuk memeriksa adanaya jamur, trikomonas,bakteri vaginosis, gonore atau klamedia.

4

Masukan lengan AKDR CT 380A di dalam kemasan sterilnya (LOADING)

Tidak memerlukan sarung tangan DTT pada saat loading

5

· Masukan spekulum dan usap vagina dan serviks dengan larutan antiseptik

· Gunakan tenakulum untuk menjepit serviks

Larutan antiseptik mencegah infeksi.

Tenakulum untuk stabilisasi uterus dan mengurangi risiko perforasi

6

Masukan sonde uterus

Untuk mementukan kedalam uterus dengan tehnik tanpa sentuh untuk mengurangi risiko infeksi

7

Pasang AKDR CT 380A

· Atur letak leher biru pada tabung inserter sesuai dengan kedalaman cavum uteri. Masukan tabung inserter dengan hati-hati sampai menyentuh fundus atau sampai terasa ada tahanan

· Lepas lengan AKDR dengan menggunakan tehnik menarik (with drawal technique). Tarik keluar pendorong.

· Setelah lengan AKDR lepas, dorong secar perlahan-lahan tabung inserter ke dalam cavum uteri sampai leher biru menyentuh serviks

· Tarik keluar sebagian tabung inserter, potong benang AKDR kira-kira 3-4 cm panjangnya.

· Cara lain, tarik keluar seluruh tabung inserter, jepit benang AKDR dengan menggunakan forsef kira-kira 3-4 cm dari serviks dan potong benag tersebut pada tempat tersebut.

8

· Buang bahan-bahan habis pakai yang terkontaminasi sebelum melepas sarung tangan.

· Bersihkan permukaan yang terkontaminasi

Memperkecil risiko penularan Hepatitis B dan HIV/AIDS pada petugas

9

Lakukan dekontaminasi alat-alat dan sarung tangan dengan segera setelah selesai dipakai

Memperkecil risiko penularan Hepatitis B dan HIV/AIDS pada petugas

10

· Ajarkan pada klien bagaimana memeriksa benang AKDR

· Minta klien menunggu di klinik selama 15-30 menit setelah pemasangan AKDR

Untuk mengurangi risiko kehamilan akibat AKDR yang hilang.

Untuk mengamati bila terjadi rasa sakit yang amat sangat pada perut,mual atau muntah sehingga mungkin AKDR perlu di cabut bila dengan analgesik ringan rasa sakit tidak hilang

· Cara Pencabutan AKDR

No

Langkah Kerja

1

Menjelaskan kepada klien apa yang akan dilakukan dan persilahkan klien untuk bertanya

2

Masukan spekulum untuk melihat serviks dan benang AKDR

3

Mengusap serviks dan vagina dengan larutan antiseptik 2-3 kali

4

Mengatakan pada klien bahwa sekarang akan dilakukan pencabutan. Meminta klien untuk tenang dan menarik napas panjang

5

Pasang AKDR baru bila klien menginginkan dan kondisinya memungkinkan

TERIMAKASIH

Referensi

1. Saifuddin (2003), Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, YBPSP, Jakarta

2. Mochtar (1998), Sinopsis Obstetri, EGC, Jakarta

lihat artikel selengkapnya - PEMASANGAN DAN PENCABUTAN AKDR CT 380A

TIDAK MENEMUKAN YANG DICARI GUNAKAN KOTAK PENCARIAN: